Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 08/09/2008
'PC multimonitor tidak gerus pasar desktop'
JAKARTA: Tren pembagian kapasitas komputer pribadi (PC) untuk melayani banyak monitor melalui mekanisme virtualisasi dinilai tidak akan menggerus pasar desktop.
Hengky Tjokroadhiguno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia, mengatakan tren penggunaan perangkat yang mampu membagi kemampuan CPU (central processing unit), sehingga dapat melayani beberapa unit monitor tidak akan menggerus pasar komputer desktop.
Dia menilai perangkat itu cocok akan banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, pemerintahan, dan perusahaan yang memerlukan banyak unit komputer. Selain itu, lanjutnya, perangkat tersebut akan bekerja maksimal apabila menggunakan aplikasi kantor, bukan aplikasi yang berat.
"Untuk menjalankan seperti fungsi desain dan teknik diperlukan satu komputer tersendiri," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Para vendor komputer, kata Hengky, diprediksi belum akan mengarah untuk pembuatan perangkat tersebut karena menganggap segmennya masih kecil. Pola bisnis yang dipertahankan oleh para vendor besar ialah pola tradisional. "Pikiran mereka bagaimana menjual unit produk sebanyak-banyaknya untuk mengambil keuntungan yang besar," tambahnya.
Hengky tidak yakin para vendor akan siap untuk terjun ke pasar virtualisasi PC tersebut. Penjualan perangkat yang tidak memiliki hard disk, prosesor, memori tersendiri justru akan menurunkan omzet mereka.
Dia menambahkan para vendor akan mengalami kesulitan untuk melipatgandakan pasar yang ada bila memutuskan untuk membuat perangkat tersebut. Sebab, lanjutnya, dengan memproduksi perangkat yang lebih murah vendor akan terlebih dahulu membentuk pasar agar lebih besar untuk menyerap produk mereka.
"Intinya bagaimana keuntungan mereka dari perangkat tersebut bisa sama saat mereka menjalankan bisnis tradisional mereka," tegasnya.
Iwan Setiawan, Channel Manager Small Medium Business Dell Indonesia, mengatakan perangkat terminal yang berfungsi sebagai pembagi kapasitas inang CPU tidak akan menggantikan CPU konvensional yang sekarang umum dipakai.
"Bidang usaha seperti usaha kecil menengah memang akan lebih memilih perangkat seperti itu mengingat penghematan biaya yang harus dikeluarkan akan lebih efisien," ujarnya.
Dia menilai usaha kecil menengah dengan unit fungsi front office dan back office yang penggunaan servernya dijadikan satu dan saling terhubung sangat cocok untuk memakai perangkat ini. Selain itu, bidang usaha yang memiliki unit kerja front office bisa memiliki sampai lima komputer dapat membagi kapasitas hard disk.
Akan tetapi, kalau jenis bisnisnya berupa perdagangan, konsultan, dan pengembang software teknologi, terminal ini tidak bisa mendukung pekerjaan mereka karena aplikasi yang dijalankan memerlukan kapasitas yang besar. "Makanya cocok tidaknya pemakaian terminal tersebut kembali lagi pada aplikasi apa yang dipakai."
PC mini
Selain tren perangkat pembagi kapasitas, kecenderungan penggunaan small form factor PC juga meningkat. Kurniadih Sutanto, Product Manager Asus Technology Pte Ltd, mengatakan tren PC desktop pada masa mendatang akan mengarah ke pemakaian PC mini.
Hal itu di sebabkan oleh makin terbatas dan mahalnya tempat serta efesiensi konsumsi listrik.
Akan tetapi, menurutnya, aplikasi seperti pengerjaan grafis dan untuk menjalankan games yang memerlukan gambar berkualitas tinggi tetap memerlukan PC berukuran besar karena jenis PC mini hanya memiliki kapasitas terbatas pada media penyimpanan dan memori yang dimiliki. (14) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat