Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Telkomsel garap segmen TKI & iklan personal

JAKARTA: Layanan pengiriman uang lintas negara PT Telkomsel, T-Remittance, menyasar 120.000 masyarakat Indonesia yang bekerja di Hong Kong.  Sementara itu, Telkomsel Area III Jawa Bali siap menjajaki pengembangan layanan iklan personal lewat kartu As Fress dengan menggarap perusahaan lokal.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan implementasi T-Remittance yang telah mendapatkan izin Bank Indonesia selaku regulator pada 12 Agustus 2008 menjadi awal diversifikasi layanan.

"Layanan remittance melalui mobile wallet T-Cash [Telkomsel Cash] tidak sekadar komersialisasi konvergensi layanan operator seluler dengan perbankan [sinergi BUMN], tetapi juga industri hasil kolaborasi banyak pihak," ujarnya baru-baru ini.

T-Remittance adalah layanan pengiriman uang lintas negara hasil kerja sama dengan Bank Negara Indonesia.

Menurut Kiskenda, layanan tersebut tidak hanya melayani masyarakat di dalam negeri, tetapi juga masyarakat Indonesia yang bekerja dan tinggal di luar negeri di antaranya melalui produk kartu prabayar Simpati Kangen hasil kerja sama dengan ShineTown Mobile dan operator besar Hong Kong, CSL.

TKI di Hong Kong rata-rata berpenghasilan HKD3.500 per bulan atau setara dengan Rp4,2 juta. Adapun distribusi uang dan trafik komunikasi anggota keluarga lintas negara menjadi hal utama.

Iklan personal

Telkomsel Area III Jawa Bali siap menjajaki pengembangan layanan iklan personal lewat kartu As Fress dengan menggarap perusahaan lokal yang ingin mempromosikan produknya untuk konsumen terbatas.

Manager Marketing Telkomsel Jawa Bali Syaiful Bachri mengatakan program layanan iklan personal lewat ponsel tidak menutup kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan di tingkat lokal.

Pasalnya, tidak semua korporasi ingin membidik pasar secara luas. Sebaliknya, banyak dari mereka yang justru membutuhkan pemasangan iklan yang hanya untuk konsumen di daerah setempat.

Oleh Roni Yunianto & Dwi Wahyuni
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan