Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 03/10/2008

Penjualan komputasi ringan akan naik

JAKARTA: Penjualan perangkat komputasi ringan atau ultra mobile devices (UMD) dunia diperkirakan melonjak dari 10 juta unit tahun ini menjadi 200 juta unit pada 2013.

UMD merupakan istilah yang digunakan oleh ABI Research untuk kelompok produk notebook kecil ultra mobile personal computer (UMPC), netbook, serta perangkat akses Internet ringan.

"Pasar UMD masih kecil dibandingkan dengan keseluruhan pasar ponsel. Akan tetapi, kami memperkirakan jumlah pendapatan yang bisa dihimpun mencapai US$27 miliar pada 2013. Ini akan tumbuh signifikan," papar Philip Solis, principal analyst ABI Research, seperti dikutip cellular-news.

Saat ini netbook mewakili 90% dari pasar UMD. Proporsi ini diperkirakan turun dan menempatkan netbook pada posisi kedua, dikalahkan oleh mobile Internet device yang menyerap 68% pasar. Meskipun demikian, segmen UMPC tetap menarik.

UMPC merupakan segmen produk yang diperkenalkan oleh berbagai vendor besar sejak tiga atau empat tahun yang lalu. Akan tetapi, segmen ini baru mulai populer pada 2007 setelah Asus meluncurkan Eee PC dengan harga terjangkau. Pabrikan lain mengikuti keberhasilan Asus dengan meluncurkan produk sejenis.

Saat ini pasaran lokal ataupun global konsumen dengan mudah dapat menemukan netbook melalui Acer Aspire One, Hewlett Packard Mini-note, Zyrex Ubud, Zyrex Anoa, Axioo Pico, Intel Classmate, dan sebagainya yang menyasar segmen yang sama.

Oleh Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS