Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 06/10/2008
Indonesia masuk 10 besar negara pengguna pita lebar
JAKARTA: Nokia Siemens Networks (NSN) menilai Indonesia dengan 7,5 juta pengguna pita lebar termasuk salah satu dari 10 negara dengan jumlah pengguna pita lebar terbanyak di dunia baik melalui sambungan kabel maupun nirkabel.
Arjun Trivedi, Head of Sub-Region Nokia Siemens Networks Indonesia, mengatakan saat ini ada 7 juta pengguna aktif 3G yang merupakan salah satu teknologi pita lebar di Indonesia.
"Sebanyak setengah juta penduduk Indonesia menggunakan pita lebar tetap atau 0,2% dari 233 juta penduduk," ujarnya baru-baru ini
Dia mengatakan saat ini penetrasi Internet di Indonesia mencapai 25 juta atau 11% dari keseluruhan jumlah penduduk yang berjumlah 223 juta jiwa. Adapun penetrasi pengguna telepon dengan menggunakan jaringan nirkabel sebesar 110 juta atau baru 49% dari total penduduk.
NSN memproyeksikan pada 2012 terdapat sekitar 200 juta pengguna ponsel, dan 30% di antaranya adalah pemakai 3G.
Arjun menuturkan penggunaan jaringan pita lebar dengan sambungan nirkabel HSDPA (high speed downlink packet access) dan sambungan kabel seperti Telkom Speedy memberikan kontribusi besar pada penyerapan pita lebar di Indonesia. Jika digabungkan, jumlahnya bisa mencapai 1 juta pelanggan.
Dia menyebutkan penetrasi yang rendah pada penggunaan komputer merupakan salah satu alasan penyebab lambatnya perkembangan Internet dan pita lebar di Indonesia.
Dia yakin bahwa ke depannya pengguna Internet di Indonesia akan tumbuh tinggi. Mengutip perkiraan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, pada 2010 pengguna Internet akan mencapai 80 juta.
Dia menilai berkembangnya pemanfaatan jaringan pita lebar di dunia membuat model bisnis operator telekomunikasi akan berkembang. Para operator akan memanfaatkan penggunaan pita lebar dengan menggabungkannya dengan berbagai aplikasi konten Internet seperti Yahoo!, Skype, Google, YouTube, dan lain-lain.
Arjun mengatakan untuk menghadapi perkembangan industri telekomunikasi diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Untuk itu, katanya, NSN menyelenggarakan kerja sama dengan tiga universitas di Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang industri telekomunikasi.
Dia menyebutkan setiap tahun NSN membutuhkan sekitar 200 orang tenaga kerja yang ahli dalam bidang telekomunikasi. (14)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat