Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

'Adopsi software penghubung Oracle lebih cepat'

JAKARTA: Adopsi software penghubung (middleware) Oracle diklaim menunjukkan percepatan dari perkiraan vendor software tersebut. Penilaian itu diketahui menyusul maraknya perusahaan mendaftar Oracle Excellence Awards 2008.

Amit Zavery, Vice President Oracle Fusion Middleware, menuturkan kecenderungan itu menyusul gelar kontes tahunan kedua Oracle Excellence Awards.

"Kami menerima banyak peserta yang mendaftar dan ini menunjukkan percepatan penggunaan Oracle Fusion Middleware oleh pelanggan," katanya dalam penjelasan resmi perusahaan itu.

Menurut Zavery, semakin banyak pelanggan dan mitra mengadopsi Oracle Fusion Middleware untuk berinovasi sekaligus mengembangkan investasi aplikasi Oracle-nya. Aplikasi peranti lunak Oracle di antaranya adalah Oracle e-Business Suite, PeopleSoft, Siebel, dan JD Edwards.  

Jose Lazares, Vice President Oracle Applications Integration Development, menuturkan Oracle Fusion Middleware digunakan sebagai platform penghubung (middleware platform) yang lebih banyak dipilih dalam setiap penawaran aplikasi dari Oracle.

"Pelanggan menggunakannya untuk menekan biaya integrasi dan juga dalam rangka  mempersiapkan upgrade aplikasi di masa mendatang," kata Lazares.

Jual hardware

Sementara itu, Associated Press melaporkan Oracle Corp mulai menjual peranti keras komputer untuk pertama kalinya dalam sejarahnya sepanjang 31 tahun. Hal ini menandai ekspansi perusahaan itu untuk menjadi lebih dari sekadar penyedia peranti lunak bisnis yang menyeluruh.

Langkah baru itu diumumkan oleh Chief Executive Oracle Larry Ellison melalui pemasaran mesin database dan sebuah produk storage ukuran kecil, baru-baru ini.

Kedua perangkat hasil kerja sama dengan Hewlett Packard itu didesain untuk mempermudah perusahaan pengguna dalam mengambil informasi yang tersimpan di dalam peranti lunak basis data Oracle dengan cara lebih cepat dan mudah.

Ellison memperkenalkan produk yang dikembangkan selama tiga tahun itu dalam konferensi yang dihadiri oleh hampir 43.000 orang, kebanyakan konsumen Oracle.

Mesin database itu dijual dengan harga US$650.000 dan mampu menyimpan hingga 168 Tera byte atau 1.400 kali lipat dibandingkan dengan kemampuan penyimpanan Apple iPod berkapasitas terbesar.

Pada kesempatan itu Ellison membandingkan kapasitas produknya dengan produk buatan Apple yang dikomandani sahabatnya, Steve Jobs.

Dalam arena baru bisnis peranti keras itu, Oracle yang menjalin kerja sama dengan Hewlett Packard akan berhadapan dengan Netezza, EMC Corp, ataupun IBM. (Setyardi Widodo)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS