Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

INOVASI
Peer-to-peer untuk jaringan lokal fleksibel

Pernahkah Anda berkomunikasi dengan rekan kerja lewat pesan instan atau e-mail kendati dia hanya berjarak kurang dari 10 meter dari meja Anda? Di satu sisi kita akan berpikir kenapa tidak bicara langsung saja. Namun, pada banyak keadaan komunikasi seperti ini memang paling nyaman dan cepat.

Selain berkomunikasi kita juga sering saling berbagi dokumen, video atau audio. Ini dapat dilakukan lewat jaringan lokal atau Internet.

Semua jenis pertukaran informasi ini saat ini sudah jadi bagian integral dari pengalaman komputasi kita sehari-hari.

Bila terjadi gangguan baik pada jaringan lokal maupun Internet, ritme kerja kita bisa rusak dan produktivitas turun. Ini karena kita bergantung pada prasarana jaringan  yang terpusat dan relatif kaku.

Para peneliti proyek Popeye menyadari hal ini, dan mengusulkan jaringan komputer yang lebih lentur dan mudah beradaptasi. Caranya dengan memanfaatkan kemampuan komputasi dan jaringan nirkabel yang saat ini sudah terintegrasi pada banyak peranti cerdas, seperti komputer jinjing dan PDA (personal digital assistant). Semua peranti ini dapat membentuk jaringan peer-to-peer yang tidak bergantung pada infrastuktur terpusat atau  Internet.

Teknologi Wi-Fi misalnya saat ini sudah menjadi standar pada komputer jinjing, sedangkan Bluetooth juga banyak ditemukan pada PDA dan ponsel. Meskipun begitu kedua teknologi ini jarang digunakan untuk membentuk jaringan lokal antarperanti. Wi-Fi misalnya lebih dikenal sebagai cara untuk dengan mudah terhubung ke Internet di berbagai hotspot.

Untuk membangun jaringan peer-to-peer ini para periset Popeye mengembangkan peranti lunak untuk menjembatani berbagai standar peranti keras yang ada. Semua peranti keras tersebut kemudian dapat dengan mudah bergabung membentuk jaringan, meskipun jenis peranti Wi-Fi yang digunakan berbeda-beda.

"Tidak masalah meskipun terdapat berbagai merk kartu Wi-Fi atau laptop berbeda, atau peranti dengan storage sempit dan layar kecil, atau dengan memori banyak dan layar besar, sistem Popeye dapat menjalin semua," kata Nicholas Berthet, koordinator proyek Popeye, seperti dikutip oleh ICT Results.

Peranti lunak ini  menciptakan sumber data bersama (shared repository) yang dapat diakses oleh setiap orang dalam jaringan. Repository ini dapat digunakan untuk saling berbagi dokumen atau berkas lainnya. Para peneliti juga telah mengembangkan aplikasi lain, seperti polling, pesan instan, dan peta kolaborasi, yang sebelumnya mungkin memerlukan koneksi ke Internet.

Oleh Gombang Nan Cengka
Kontributor Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS