Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Regulator: Telekomunikasi Lebaran membaik

JAKARTA: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai pelayanan operator telekomunikasi secara umum selama Lebaran tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Parameter membaiknya pelayanan antara lain mengacu pada rata-rata waktu pengiriman dan penerimaan SMS yang masih di bawah tiga menit dan tidak diterimanya keluhan masyarakat oleh instansi tersebut.

Heru Sutadi, Anggota BRTI, menuturkan pihaknya memantau trafik SMS telah meningkat sejak H-1 dan kembali normal pada H+1 Lebaran. "Namun, secara umum terjadinya peningkatan trafik dapat ditangani para operator dengan baik bahkan lebih baik dari tahun lalu," ujarnya kepada Bisnis, Minggu.

Dia memerinci parameter bahwa rata-rata pengiriman dan penerimaan SMS dapat ditangani dengan cepat, yaitu masih di bawah tiga menit. Hingga kemarin pun BRTI belum menerima masukan dari masyarakat mengenai terhambatnya layanan telekomunikasi menjelang ataupun pada saat Lebaran.

Heru mengatakan trafik percakapan atau suara tidak mengalami pe-ningkatan trafik sedahsyat SMS sehingga tidak muncul persoalan baru yang berarti kecuali penumpukan trafik di wilayah-wilayah padat dan macet kendaraan.

"Kendati demikian, masih ada operator yang terlambat dalam pengiriman dan penerimaan SMS yaitu sekitar 20 menit-30 menit pada hari H. Dugaan kami itu karena pengguna SMS dalam operator tersebut memang sangat signifikan."

Dalam kesempatan terpisah, Gatot S. Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, mengatakan sesuai dengan hasil pemantauan Ditjen Postel dan  kompilasi berbagai masukan dari puluhan pengguna jasa telekomunikasi secara umum kualitas layanan telekomunikasi cenderung baik.

"Paling tidak, [kali ini lebih baik jika] dibandingkan dengan kondisi serupa pada tahun lalu. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada operator atas upaya optimalnya," ujar Gatot kemarin.

Dia menambahkan indikasi yang digunakan Ditjen Postel adalah kecepatan penyampaian pengiriman SMS secara broadcast atau ke beberapa mobile station  sekaligus secara simultan dalam jumlah destinasi yang masif atau banyak, dan dalam waktu bersamaan.

Selain itu, diukur pula komunikasi point-to-point, yaitu pengiriman SMS hanya dari satu mobile station ke satu atau lebih mobile station tertentu dalam waktu yang berbeda yang rata-rata kurang dari tiga menit.

Adapun, indikator lainnya adalah kualitas layanan percakapan suara dengan tingkat keberhasilan sambungan (successful call ratio) baik, kendati pada saat puncak.

Menurut Gatot, baiknya kualitas layanan telekomunikasi Lebaran kali ini tidak terlepas dari intensifnya Ditjen Postel dan BRTI melakukan pengawasan dan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi beberapa pekan terakhir.

Pola berubah

Sementara itu, data dari operator seluler menunjukkan pola komunikasi pengguna seluler selama Lebaran tahun ini berubah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Operator seluler di Jawa Barat mengklaim berhasil menangani lonjakan signifikan trafik Lebaran 2008 sekalipun terjadi keluhan pelanggan, khususnya bagi percakapan lintas operator, masih nyaring terdengar.

Robert Dedi Purwanto, GM Network Solution PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) Area Jabar, Jateng & Yogyakarta, mengungkapkan kenaikan trafik komunikasi suara melampaui kenaikan trafik SMS.

Menurut dia, pola perubahan itu terjadi karena masyarakat kini memilih memberi ucapan selamat Idulfitri dengan menelepon langsung seiring dengan semakin murahnya tarif percakapan seluler.

Apalagi, sambung Robert, sejumlah operator masih menerapkan tarif gratis pada jam tertentu sehingga penelepon memperoleh kepuasan lebih karena bisa mendapatkan respons langsung dari lawan bicara.

Bambang Wirawanto, Head of Indosat West Java Regional Office (WJRO), mengatakan Indosat mengalami lonjakan trafik di Jabar yang tidak jauh berbeda dengan proyeksi awal sehingga layanan tergolong baik.

Dia mengungkapkan perkiraan percakapan dan SMS pada Indosat WJRO masing-masing mencapai 50 juta panggilan dan 102 juta SMS per hari, sehingga kapasitas jaringan bisa memenuhi kenaikan trafik.  

Sekalipun demikian, berdasarkan pengamatan Bisnis, layanan semua operator pada periode sibuk itu berjalan optimal untuk komunikasi, suara ataupun SMS, dalam satu jaringan saja. 

Luki Hakim, seorang warga Sarijadi, Bandung, mengatakan dirinya tidak mau melakukan panggilan ke nomor berlainan saat libur Lebaran kemarin karena sering tidak mendapatkan koneksi.

"Mau telepon, mau SMS, itu sulit [lintas operator]. Pernah kirim SMS, tahunya tidak sampai-sampai. Coba menelepon langsung, selalu muncul tulisan 'jaringan sibuk'," ungkapnya.

Robert Dedi mengungkapkan minimnya interkoneksi yang dibuka oleh operator lain membuat proses peningkatan kapasitas dari operator lainnya tidak berjalan optimal. (Muhammad Sufyan) (roni.yunianto@bisnis. co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan