Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

Paket CDMA dongkrak penjualan ponsel

BANDUNG: Perdagangan ponsel di Bandung yang melesu menjelang dan sesudah Lebaran 2008 terdongkrak penjualan ponsel paket (bundling) dari operator berbasis teknologi CDMA.  

Lukman Hakim, seorang pengelola subdiler ponsel di mal Bandung Electronic Center, mengungkapkan penjualan ponsel bundling periode sepekan sebelum Lebaran rata-rata 80 unit per hari.

Dia menjelaskan penjualan ponsel tersebut dalam sepekan setelah Lebaran juga tergolong bagus yakni rata-rata 30 ponsel per hari, sehingga pedagang skala ritel maupun grosir memperoleh margin besar.

"Kami lebih semangat jual bundling, laba bersih per unit sekitar Rp20.000. Kalau menjual ponsel gres merek mapan, sekali pun yang level hi-end, untungnya paling besar Rp10.000," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Margin ponsel yang dijual sekaligus kartu perdananya itu lebih besar karena operator yang mengeluarkannya bersaing ketat dalam setiap programnya, sehingga harga jual ke pedagang lebih murah.

Di sisi lain, lanjutnya, masyarakat Bandung sekarang cenderung membeli ponsel sekunder berbasis CDMA yang tarifnya lebih murah dibandingkan dengan membeli unit baru untuk ponsel primernya yang berbasis GSM. 

Pedagang skala ritel di ITC Kebon Kalapa Bandung Pandji Ginting mengungkapkan penjualan ponsel baru dan bekas pada Lebaran tahun ini turun 50% dari tahun lalu.

Dia menjelaskan dirinya pada pekan terakhir bulan puasa 2007 lalu rata-rata memperoleh pendapatan bersih Rp500.000 per hari, tetapi saat ini hanya memperoleh sekitar Rp250.000 per hari.

Oleh Muhammad Sufyan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan