Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Trafik Flexi melonjak tinggi

MAKASSAR: Lalu lintas percakapan telepon Flexi di kawasan timur Indonesia selama musim Lebaran 2008 diklaim melonjak hingga 18,5 kali lipat dibandingkan dengan lalu lintas komunikasi trafik tahun lalu.

Lonjakan tersebut disebabkan oleh peningkatan jumlah pelanggan hingga dua kali lipat dan makin murahnya biaya layanan komunikasi suara.

Executive General Manager PT Telkom Tbk Elvizar K. H. mengatakan pihaknya cukup terkejut dengan lonjakan trafik setinggi itu, tetapi telah mengantisipasinya. Sebelum bulan puasa, Telkom meningkatkan kapasitas jaringan dua kali lipat dari hari biasa.

"Pada Lebaran 2008 terjadi lonjakan trafik percakapan sampai 18,5 kali di wilayah timur Indonesia yang meliputi Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Bali, dan Papua," katanya, kemarin.

Elvizar menjelaskan saat ini jumlah pengguna Flexi di wilayah itu tercatat sebanyak 921.000 sambungan. Sekitar 113.900 nomor di antaranya terjual selama September 2008.

Menurut dia, peningkatan trafik percakapan tersebut juga dibarengi lonjakan trafik FlexiCombo dari rata-rata 60.000 transaksi per hari menjadi satu juta transaksi pada Idulfitri.

"Artinya, terjadi peningkatan sebanyak 17 kali dari biasanya. Untuk menambah kenyamanan pemudik, kami memperpanjang masa berlaku nomor FlexiCombo dari tiga hari menjadi tujuh hari selama Lebaran," paparnya.

Eksekutif yang baru dua bulan menjadi pucuk pimpinan Telkom di KTI itu menyebut rerata okupansi BTS (base transceiver station) Flexi sepanjang H-3 hingga H+3 Idulfitri sebesar 20,62%. Okupansi tertinggi sebesar 77% terjadi di BTS dalam Kota Makassar.

Sementara itu, indikator call drop secara rata-rata di KTI mencapai 1,42% atau di bawah rata-rata standar maksimal yang dipersyaratkan, yaitu sebesar 1,5%.

Oleh Kwan Men Yon
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan