Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

AKSES
Pita lebar nirkabel dikembangkan

JAKARTA: Sebanyak 16 perusahaan TI dan seluler terkemuka di dunia telah bergabung dalam sebuah inisiatif yang dipimpin GSMA untuk menciptakan sebuah kategori baru bagi perangkat pita lebar nirkabel (mobile broadband) yang menawarkan alternatif atas WiFi.

Inisiatif ini akan memberikan kebebasan bagi pelanggan untuk selalu terhubung di mana pun mereka berada serta memberikan kesempatan bagi operator untuk memasuki peluang bisnis senilai US$50 miliar baik di negara maju maupun berkembang.

Pada tahap awal inisiatif anyar ini, operator seluler, manufaktur PC dan penyedia chipset bersatu untuk melakukan preinstall perangkat mobile broadband ke dalam notebook PC yang dapat langsung digunakan untuk berinternet pada 91 negara di dunia.

Untuk mendukung inisiatif ini, GSMA telah menciptakan Mobile Broadband Service Mark, sebuah alat identifikasi global yang akan memudahkan konsumen mengenali perangkat mobile broadband siap pakai.

Mobile Broadband Service Mark ini didukung oleh penggunaan media global senilai lebih dari US$1 miliar tahun depan. (Bisnis/roy)

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan