Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 10/10/2008

RI belum tertarik proposal Malaysia

JAKARTA: Regulator telekomunikasi Indonesia memilih memberikan kebebasan tarif interkoneksi jelajah internasional kepada otoritas di setiap negara anggota Asean kendati Malaysia mengajukan proposal penurunan tarif layanan itu.

Gatot S. Dewa Broto, Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, menuturkan usulan yang disampaikan Malaysia tersebut tidak bersifat mengikat. "Rezim interkoneksi sepenuhnya menjadi wewenang otoritas di setiap negara," tegasnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Seperti diinformasikan media massa di Malaysia, dalam pertemuan Asean Telecommunications and Information Technology Ministers Meeting ke-8 pada Agustus 2008, Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Shaziman Abu Mansor pernah menyampaikan proposal penurunan tarif jelajah internasional sampai separuh tarif normal untuk kawasan Asia Tenggara.  

Shaziman menuturkan pihaknya memproses rencana penurunan tarif jelajah itu dengan pihak Singapura terlebih dulu.

"Saya telah menyampaikan ini kepada [regulator] Malaysian Communications and Multimedia Commission [MCMC] dua pekan lalu untuk melanjutkan [rencana] ini," ujarnya seperti dikutip The Star.

Rencana itu mempertimbangkan manfaat bagi ribuan warga Malaysia yang bepergian lintas batas untuk bekerja di Singapura setiap harinya. Regulator kedua negara itu pun saat ini bekerja sama untuk menurunkan tarif jelajah antarnegara tersebut.

"Jika Anda tanya kepada saya, saya inginnya tarif sambungan Malaysia-Singapura berlaku tarif lokal. Namun, untuk ini biarlah MCMC dan operator yang menentukan  struktur tarif yang bisa diterima," tegas Shaziman kepada wartawan setempat.

Asean merupakan organisasi ekonomi dan geopolitik yang beranggotakan 10 negara Asia Tenggara mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Brunei, Kamboja, Myanmar, dan Laos. 

Kebijakan internal

Gatot menilai regulator di Indonesia justru sudah lebih dulu memulai kebijakan untuk menciptakan aksesibilitas telekomunikasi yang terjangkau sebelum Malaysia mengajukan usulan itu.

"International roaming  [jelajah internasional] menjadi bagian dari kebijakan interkoneksi yang kami mulai Februari dan April yang kemudian satu demi satu tarif ritel operator berangsur turun," jelasnya.

Menurut Gatot, lahirnya kebijakan interkoneksi di suatu negara tidak didasari tekanan dari luar kecuali semata-mata untuk menjaga harmonisasi di industri telekomunikasi di dalam negeri.

"Kami anggap operator sudah kooperatif dan all out. Kami ingin ini juga fair sehingga tercipta harmonisasi industri di dalam negeri," katanya.

Jelajah internasional adalah fitur telekomunikasi yang memungkinkan pelanggan prabayar maupun pasca bayar dapat menggunakan layanan telepon, SMS atau data di jaringan milik operator lain di banyak negara berbeda di luar negeri. Biasanya tarif yang dikenakan merupakan hasil kesepakatan dengan mitra jelajah atau sesuai dengan tarif yang berlaku oleh operator di suatu negara. 

Sejumlah operator terutama operator baru di Indonesia mengandalkan layanan jelajah internasional sebagai layanan yang kompetitif. Operator intensif melakukan kerja sama dengan berbagai jaringan aliansi operator di luar negeri.

Telkomsel, misalnya, masuk dalam Bridge Alliance, sementara Indosat memiliki jaringan aliansi Conexus. Kedua operator juga memiliki jaringan kerja sama dengan aliansi perusahaan induk atau pemilik saham. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SOSOK
    Merintis Facebook dari panduan belajar
  • XL incar pertumbuhan 20%
  • Internet jadi andalan promosi wisata
  • 'Indonesia kurang pebisnis TI'
  • 'Perangkat akses jinjing jadi tren tahun depan'
  • MONITOR
    iPhone dinilai paling andal
  • Dua konsorsium siapkan uji coba mobile TV
  • MicroWorld garap pasar antivirus RI
  • Ponsel kelas bawah terimbas kurs dolar