Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Hutchison pelopori SLI murah
JAKARTA: PT Hutchison CP Telecom menggelar layanan sambungan langsung internasional (SLI) pertama kali yang diklaim lebih murah daripada tarif lokal, untuk melayani komunikasi ke 20 negara tujuan sambungan.
Suresh Reddy, Chief Commercial Officer PT Hutchison, mengatakan untuk pertama kali pihaknya siap menyediakan layanan sambungan komunikasi internasional tersebut.
"Kami perkirakan dengan tarif murah ini akan segera terjadi perubahan signifikan pola komunikasi di pelanggan," ujarnya kemarin.
Menurut dia, pihaknya bersama mitra telah berhasil membuat struktur tarif yang rendah untuk komunikasi pelanggan kartu 3 (three) pascabayar ataupun prabayar ke 20 negara tujuan sambungan.
"Sebanyak 20 negara ini adalah negara-negara tujuan yang trafiknya tinggi, strategi kami adalah memberikan tarif murah bahkan dibandingkan dengan tarif lokal," ujarnya.
Sejumlah negara favorit itu di antaranya Australia, Brunei, Belanda, Jerman, Kanada, China, Denmark, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Selandia Baru, Austria, Inggris, dan Amerika Serikat.
Hermansjah Haryono, Deputy GM Product Marketing PT Hutchison, mengatakan selain perubahan pola komunikasi, strategi tersebut diharapkan bisa mendukung program akuisisi penambah pelanggan baru.
"Sejauh ini kami telah uji, kualitas suara dari voice over Internet protocol [VoIP] IDD call ini kalah dari teknologi lainnya," ujarnya.
Menurut Hermansjah, sambungan yang menggunakan kode akses 01089 itu berlaku 24 jam penuh dengan tarif Rp110 per menit untuk tujuan Singapura.
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat