Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Vendor ponsel tak cemaskan krisis keuangan global
JAKARTA: Krisis keuangan dunia diperkirakan tidak memengaruhi pasar ponsel Indonesia dalam waktu dekat ini, karena setiap negara sudah memiliki kuota yang tidak bisa serta-merta ditambah pasoknya.
Paul Tzang, Vice President PT Smile Telecom Technology, pemilik produk ponsel lokal Swaahoo, mengatakan meskipun terjadi krisis ekonomi dunia pengusaha ponsel lokal tidak akan mengalami kerugian karena membanjirnya produk dari luar negeri.
"Pasar ponsel yang terbesar justru ada di Asia termasuk di dalamnya India dan Indonesia. Sehingga kemungkinan produk dari Eropa dan Amerika akan membanjiri pasar Indonesia kecil sekali," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Apalagi, sambungnya, sebagian besar produk ponsel adalah buatan pabrik China yang modal pembuatannya memakai mata uang China.
Para produsen ponsel global memang melakukan kesepakatan bisnis dengan distributor di pasar Asia Pasifik memakai mata uang dolar. Namun, saat melakukan deal (kesepakatan) untuk proses produksi, para vendor ponsel menggunakan mata uang China, sehingga harga ponsel sebenarnya sudah murah.
Selain itu, lanjut nya, pasar di Eropa dan Amerika Serikat ponsel bukan lagi produk mewah. "Di sana malah ponsel bisa dibagikan secara cuma-cuma."
Dia menuturkan demikian pula di Indonesia produk ponsel tergolong consumer good atau sudah seperti barang kebutuhan pokok.
Paul menjelaskan yang jadi masalah sebenarnya adalah daya beli masyarakat yang dikhawatirkan menurun, bukan soal produksi barang yang akan berlebihan.
Pengusaha ponsel lokal tidak khawatir barang akan membanjir karena dari sisi regulator ketat dalam mengizinkan masuknya ponsel dari luar. "Kalau ada kemungkinan barang ilegal yang masuk pasti ditjen postel akan menggasaknya."
Hasan Aula, Country Manager Nokia Indonesia, menuturkan terlalu awal untuk memprediksi nasib industri ponsel Indonesia ke depan karena adanya krisis ekonomi global.
"Nokia tidak otomatis akan menurunkan harga karena krisis tersebut, sebab pasar Nokia sendiri saat ini di Indonesia sudah bagus begitu juga harganya," ujarnya kepada Bisnis.
Dia menilai penjualan Nokia masih seperti biasanya soal penurunan harga itu sudah menjadi hal biasa. "Setiap waktu harga ponsel pasti mengalami erosi jadi kami melakukan business as usual saja," katanya.
Mengenai kondisi pasar tempat basis perusahaan Nokia, Hasan tidak mau berkomentar. (14)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
Menkominfo akan surati Wordpress.com - AKSES
Mobile Asia Congress 2008 dibuka - Komunitas open source dirikan Costa
- Lenovo bidik pasar server UKM
- Konsorsium Inti inginkan proyek USO