Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Operator telepon naikkan target
BANDUNG: Operator telekomunikasi nirkabel di Jabar menambah target tahunan pelanggannya seiring dengan keberhasilan meraih target pelanggan awal yang lebih cepat diraih.
Nuruddin Alfitroh, GM Sales & Promotion XL Central Region, mengungkapkan revisi target pelanggan merupakan konsekuensi logis yang biasa diterima oleh operator yang berkinerja baik.
Dia menjelaskan perubahan target harus disikapi sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap program operator, sehingga manajemen harus meresponsnya dengan meneruskan promo yang menarik itu.
"Apalagi kami juga terus membuka wilayah layanan baru di pelosok. Jadi, kalau selanjutnya target kami dinaikkan, itu merupakan peluang yang kami optimistis bisa raih," sambungnya.
Sementara itu, target pelanggan 2008 di PT Indosat West Java Regional Office yang mencapai 1 juta nomor sudah tercapai pada Juni lalu sehingga direksi menginstruksikan pertumbuhan bulanan positif di sisa bulan tahun ini.
PT Telkom Tbk Kandatel Bandung yang semula menargetkan perolehan 450.000 nomor pelanggan pada 2008 ini telah merevisi targetnya menjadi 700.000 nomor setelah target awal tercapai pada Juli.
Sabri Rasyid, Manager Fixed Phoned Sales PT Telkom Kandatel Bandung, mengungkapkan perubahan target dilakukan karena pihaknya berambisi menembus pelanggan Flexi di wilayahnya melampaui satu juta nomor.
Menurut dia, tekad tersebut membuat BUMN itu terus meningkatkan target pelanggan setelah melihat evaluasi pada semester pertama 2008 yang umumnya menunjukkan pertumbuhan signifikan.
"Ini memang konsekuensi dari era tarif murah. Pertumbuhan pelanggan pasti meningkat drastis."
Oleh Muhammad Sufyan
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat