Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 18/11/2008

MicroWorld garap pasar antivirus RI

JAKARTA: MicroWorld untuk pertama kali meluncurkan produk antivirus eScan ke pasar Indonesia, yang akan menyasar segmen konsumen rumahan dan usaha kecil menengah.

Nazir Kazi, Head International Sales Asia Pacific MicroWorld Technologies Inc, menilai segmen pasar rumahan dan UKM sangat menjanjikan, karena saat ini potensi pasar untuk segmen rumahan mencapai 200.000 lisensi legal.

"Kami menargetkan, tahun depan MicroWorld mampu menjual 100.000 lisensi eScan untuk segmen rumahan dan UKM di Indonesia," ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Dia menambahkan selain melalui jalur distribusi ritel, vendor antivirus dari Amerika Serikut itu juga akan menyalurkan eScan melalui penyelenggara jasa Internet, karena PJI memiliki basis pelanggan yang banyak.

Nazir menilai saat ini segmen UKM semakin menyadari ancaman virus melalui Internet yang meningkat.

"Dahulu virus menyerang komputer untuk merusak komponen-komponen di dalamnya, seperti memori atau hard disk, tetapi saat ini trennya berubah. Virus masuk melalui media Internet untuk mencuri data dan informasi penting untuk kemudian di jual," ujarnya.

Dia menuturkan versi terbaru dari eScan memberikan solusi yang lebih lengkap mulai dari antivirus, antispyware, antispam, filtering, web filtering, advertisement filtering, USB, video block, dan lainnya.

Strategi harga

Nazir menjelaskan rata-rata komputer yang ada di organisasi, seperti pemerintahan dan perusahaan, sudah memakai Internet. Jaringan komputer itu saling berbagi konten gratis, seperti video, game, dan musik yang dicurigai mengandung ancaman.

"Dalam hal ini eScan dapat memberikan kemampuan untuk mengontrol data mana yang bisa masuk dan keluar," ujarnya.

Nazir menambahkan agar produknya lebih menarik untuk konsumen, eScan menawarkan cara pembayaran mencicil. Umumnya, merek lain memberlakukan penyewaan lisensi selama setahun, tetapi dengan eScan pelanggan dapat membayar setiap sebulan.

Dia menyebutkan penjualan yang dilakukan eScan memakai model software as service (SaaS). Pelanggan hanya mengeluarkan biaya minimum Rp20.000 untuk menyewa lisensi selama sebulan plus dukungan teknis selama 24 jam dari eScan.

Model tersebut, sambungnya, adalah salah satu cara agar konsumen lebih memilih produk legal dibanding dengan dengan antivirus bajakan. (14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan