Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

'Perangkat akses jinjing jadi tren tahun depan'

SURABAYA: Perangkat akses Internet jinjing atau mobile Internet device (MID) diperkirakan menjadi tren pasar teknologi informasi di Indonesia tahun depan, karena bentuknya yang sederhana dan kecil, serta harganya relatif lebih rendah dibandingkan dengan netbook.

Prediksi ini didasarkan pada kecenderungan pasar TI yang mulai meninggalkan PC dan bergeser ke notebook ataupun netbook. Kehadiran MID yang bentuknya lebih mungil dan bisa masuk saku, menurut Country Manager Intel Indonesia Corporation Budi Wahyujati, justru akan memperbesar pasar notebook secara keseluruhan.

Tahun ini komposisi pasaar notebook dan PC di Indonesia masih 38% banding 62%. "Tahun depan pangsa pasar notebook bisa mencapai 55%, dan produk MID diperkirakan bakal membanjiri pasar TI di dalam negeri," ujar Wahyu kepada Bisnis di Surabaya, belum lama ini.

Di sejumlah negara maju, MID sudah menjadi tren, sedangkan di Indonesia memang baru beberapa vendor yang mencoba memperkenalkannya. Hanya saja, kata Wahyu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang benar tentang fungsi dan sistem kerja MID tersebut.

"Jangan seperti netbook yang selama ini kerap dianggap sebagai pengganti notebook sehingga banyak konsumen yang kecewa," tuturnya.

Informasi yang salah ini, tambahnya, diperparah dengan sikap pedagang komputer yang kerap mempromosikan netbook sebagai notebook murah. Padahal keduanya merupakan produk yang berbeda.

Netbook yang menggunakan Intel Atom merupakan alternatif pilihan untuk meningkatkan orang bisa mengakses Internet. Namun, fungsi komputer jinjing ini tidak lebih hanya untuk menikmati konten seperti browsing Internet, chatting melihat musik, download film atau yang bersifat content consumption. Beda dengan notebook yang fungsinya lebih mengarah pada content creation.

Sementara itu, MID fungsinya lebih spesifik lagi dan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Misalnya, MID yang khusus bagi pencinta atau pekerja entertainment, musik, profesional dan sebagainya. Bentuknya seperti handset dengan ukuran layar lebih besar yakni sekitar 5 inci -6 inci.

Budi berharap booming MID, netbook dan notebook bisa dibarengi dengan penyediaan jaringan Internet yang lebih murah sehingga mampu mendongkrak penetrasi pengguna Internet di Indonesia.

Data dari ABI Research mengungkapkan penjualan MID akan tumbun lebih pesat dibandingkan dengan segmen lain dalam kelompok ultra mobile devices (UMD). UMD merupakan istilah yang digunakan oleh untuk kelompok netbook serta MID.

Penjualan UMD dunia diperkirakan melonjak dari 10 juta unit tahun ini menjadi 200 juta unit pada 2013 dengan nilai US$27 miliar.

Saat ini netbook mewakili 90% dari pasar UMD. Proporsi ini diperkirakan turun dan menempatkan netbook pada posisi kedua, dikalahkan oleh MID yang menyerap 68% pasar. (Setyardi Widodo) (dwi.wahyuni@bisnis.co.id)

Oleh Dwi Wahyuni
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan