Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 20/11/2008

Komunitas open source dirikan Costa

JAKARTA: Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) bersama Sun Microsystems melakukan kerja sama membentuk program Costa (Center for Open Source Technology Awakening) untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pengembangan peranti lunak open source (sumber terbuka).

Kemal Prihatman, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Ristek, mengungkapkan pembentukan program Costa merupakan inisiatif untuk lebih memperkuat sumber daya manusia dalam pengembangan open source.

"Costa akan mendukung program pendayagunaan open source software (POSS) yang berjumlah 21 universitas dan 16 IGOS Centre," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Dia menjelaskan untuk permulaan, program Costa akan dikembangkan di Universitas Gunadarma sebagai percontohan. Setelah berhasil, program Costa di universitas tersebut akan menjadi model pengembangan di Univesitas lain yang tergabung di Poss.

Kemal menambahkan meskipun Costa akan memprioritaskan pengembangan kapasitas dari mahasiswa, program ini tidak menutup kesempatan bagi masyarakat umum, peneliti, komunitas, dan lainnya untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Costa.

Sebagai dapur pengembangan peranti lunak sumber terbuka, lanjutnya, program Costa dimanfaatkan sebagai penghubung pusat Indonesia Go Open Source (IGOS) dan Poss dalam memenuhi permintaan pasar. Pusat IGOS akan mencari kebutuhan pasar, kemudian POSS akan bertindak sebagai pembuat produk sesuai dengan permintaan pasar.

Harry Kaligis, General Manager Business Development & Community PT Sun Microsystems Indonesia, mengatakan kerja sama dalam pengembangan peranti lunak sumber terbuka tersebut tidak hanya akan terbatas pada kerja sama dengan Kantor Menristek, tetapi juga dengan departemen-departemen lain.

Dia menyebutkan Departemen Pendidikan Nasional telah memiliki pusat informasi komunikasi teknologi (ICT centre), sedangakan Kantor Menristek memiliki IGOS. Adapun, Departemen Perindustrian mempunyai Regional Information Technology Centre of Excellence (RICE). (14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan