Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 21/11/2008

E-STRATEGY
Proses masih menjadi kendala dalam manajemen pengetahuan

Minggu lalu saya menulis bahwa berdasarkan pengalaman dan riset, ada tiga (3) faktor kritikal yang harus diperhitungkan dalam implementasi knowledge management (KM) atau manajemen pengetahuan, yaitu faktor manusia, faktor proses, dan faktor teknologi.

Di Indonesia, dari ketiga faktor tersebut, yang paling krusial dan sering menjadi kendala dalam mengimplementasikan manajemen pengetahuan adalah faktor proses.

Rata-rata perusahaan di Indonesia belum menguasai dengan benar tahapan atau faktor proses ketika mengimplementasikan manajeman pengetahuan.

Walaupun begitu, saya melihat sudah ada beberapa perusahaan sudah dapat menjalankan tiga faktor kritikal dalam manajemen pengetahuan itu.

Yang jelas, secara garis besar dari tiga faktor kritikal tersebut, dua faktor-manusia dan teknologi-sudah dapat dipenuhi oleh perusahaan di Indonesia yang menjalankan manajemen pengetahuan.

Misalnya saja situs lowongan kerja online. Usaha tersebut memiliki pusat penyimpanan data yang tidak hanya menampung, tapi juga menganalisis suatu data sebagai dasar informasi.

Manajemen pengetahuan dapat menangkap variabel seseorang yang mendaftar di lowongan online, misalnya posisi apa yang sebaiknya diberikan dengan mengacu pada kompetensinya.

Repsoitori atau pusat data pengetahuan sebagai basis informasi yang dipakai perusahaan jasa rekrutmen online itu haruslah terstruktur dan tidak terpisah-pisah dengan mengelompokkan kapasitas pengetahuan pelamar. Para pelamar kerja dikelompokkan berdasarkan pendidikan, pengalaman, keahlian, dan lainnya untuk memenuhi sumber daya yang berkompeten.

Oleh Richard Kumaradjaja
Praktisi serta konsultan TI dan manajemen

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan