Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 12/12/2008

Fortinet incar kenaikan omzet 70%

JAKARTA: Fortinet-perusahaan penyedia keamanan jaringan terintegrasi-menargetkan pendapatannya naik 60%-70% tahun depan dengan menggenjot penjualan di segmen perusahaan menengah dan besar.

Jeremy Andreas, Country Channel Manager Fortinet Indonesia, mengatakan sejak masuk ke pasar Indonesia, Fortinet mengalami pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 60%.

Saat ini mereka memiliki gold channel distribution sebanyak enam buah, empat di Jakarta dan dua di Surabaya.

"Kami akan mengevaluasi partner distribusi Fortinet mana yang mampu dan yang tidak untuk memperkuat penjualan. Saat ini kami juga memiliki dua distributor di Indonesia," ujarnya pekan ini.

Dia mengatakan produk yang menjadi andalan Fortinet adalah Fortigate, Fortigate Analyzer, dan fortigate Manager. Fortigate menyediakan keamanan terpadu atau dikenal dengan sebutan unified threat management (UTM) yang meliputi IPS, anti virus, firewall, filtering, traffic chaping, VPN, anti spam dan lainnya.

Jeremy menambahkan segmen usaha kelas menengah memberikan kontribusi pendapatan terhadap sebesar 50%, sedangkan sisanya 50% lagi disumbangkan dari segmen perusahaan kelas atas dan operator telekomunikasi.

Dia mengilustrasikan dari 100 perusahaan kelas bawah di Indonesia, sekitar 60% darinya sudah menggunakan UTM, begitu juga di perusahaan kelas menengah. Adapun perusahaan skala besar baru 40% yang memanfaatkan teknologi UTM.

Menurut IDC sampai 2011 pasar UTM di dunia akan tumbuh 26,2% pertahunnya. Pada 2005 pasar global UTM sebesar US$1,3 miliar dan akan menjadi US$3,1miliar pada 2011.

Jeremy menambahkan tren UTM ikut mendukung teknologi ramah lingkungan atau green technology, karena dengan menyatukan delapan perangkat keamanan pada satu kotak, biaya pembelian oleh konsumen akan berkurang, energi listrik yang digunakan menjadi hemat, dan pelatihan pada sumber daya manusia menjadi lebih sedikit.

"Perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk capital expenditure sampai 50%,"jelasnya.

Dia menambahkan tahun depan permintaan produk UTM akan tinggi selain kebutuhan kemanan menjadi suatu keharusan pada masa krisis anggaran dana perusahaan akan lebih ketat dan konsep UTM bisa menjadi solusi efisiensi. (14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KLIK
    APC raih GEIT Awards
  • KLIK
    PC Lenovo ramah lingkungan
  • Gemalto kembangkan smart card di RI
  • AKSES
    Telkom raih penghargaan
  • AKSES
    NetApp mitra Microsoft terbaik
  • AKSES
    Jaringan Indosat aman
  • Global Teleshop incar ritel
  • Postel dinilai terlambat soal BlackBerry
    Depkominfo ancam pemblokiran total
  • Mengatur menara BTS tak serumit yang dikira
フレッツ光 | FX | バイク買取 | FX初心者 | 債務整理 | 住宅ローン | 結婚相談所 | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル