Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Transportasi & Logistik


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 17/09/2008

Batavia Air segera layani penerbangan ke Gorontalo dan Luwuk

JAKARTA: Perusahaan penerbangan Batavia Air berencana membuka dua rute baru ke kawasan timur Indonesia (KTI) pada bulan ini di tengah tingginya permintaan atas angkutan udara di wilayah tersebut.

Direktur Operasi Batavia Air Noer Effendi mengatakan kedua rute baru itu adalah penerbangan langsung Jakarta-Gorontalo dan rute Jakarta-Luwuk yang transit di Makassar.

"Penerbangan rute Jakarta-Gorontalo akan dimulai pada 20 September yang dilayani tanpa transit. Adapun, rute Jakarta-Luwuk mulai dilayani pada 25 September," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dia memaparkan pesawat yang dioperasikan untuk penerbangan Jakarta-Gorontalo adalah jenis Airbus 319 dengan kapasitas 144 tempat duduk, sedangkan penerbangan Jakarta-Luwuk menggunakan pesawat Boeing 737-200.

Effendi mengatakan Batavia kini memang gencar membuka penerbangan ke KTI setelah sukses melayani rute penerbangan di sejumlah daerah di wilayah barat dan tengah. Pada awal pekan ini, Batavia mulai membuka penerbangan langsung dari Jakarta ke Ternate, Maluku Utara.

"Sambutan masyarakat Ternate luar biasa pada penerbangan perdana sejak dibuka Senin hingga hari ini [kemarin]. Load factor [tingkat isian pesawat] Batavia pada rute tersebut di atas 90%, bahkan full booking," ujarnya.

Untuk penerbangan dari Jakarta ke Ternate tersebut Batavia menggunakan pesawat Boeing 737-300 dengan kapasitas 144 tempat duduk.

"Untuk penerbangan ke Ternate kami memberikan layanan makanan kepada penumpang karena waktu perjalanannya lebih dari dua jam."

Penerbangan ke Ternate merupakan bagian dari ekspansi Batavia untuk memperkuat layanan di kawasan timur Indonesia yang dinilai memiliki potensi cukup baik.

Effendi menjelaskan potensi penerbangan untuk tujuan KTI cukup prospektif karena pertumbuhan perekonomian wilayah itu cukup tinggi dan moda angkutannya didominasi angkutan udara.

Dirut Batavia Air Yudiawan Tansari mengatakan untuk mendukung ekspansi perusahaan pada rute baru, Batavia akan menambah dua armada pesawat Airbus seri A320 untuk memperkuat beberapa rute penerbangan di dalam negeri.

"Kami beruntung bisa menyewa pesawat Airbus A320 yang dikenal hemat dan efisien dalam pemakaian bahan bakar. Kedua pesawat itu akan memperkuat armada Batavia yang sudah ada," ujarnya.

Pesanan pesawat pertama dari Batavia itu rencananya tiba di Tanah Air pada bulan ini dan pesawat kedua pada November. Kedua pesawat itu disewa dari perusahaan lessor asal Eropa, Aer Cop.
 
"Kedua pesawat Airbus itu akan digunakan untuk memperkuat rute dalam negeri. Tambahan armada untuk rute domestik masih prospektif, sehingga kami tidak akan menggunakan pesawat baru itu untuk rute regional," katanya.

Dia menambahkan di tengah menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar, operator penerbangan dituntut lebih berhati-hati dalam menambah pesawat dan membuka rute baru.

Oleh Erwin Nurdin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

フレッツ光 | FX | ãƒã‚¤ã‚¯è²·å– | FXåˆå¿ƒè€… | å‚µå‹™æ•´ç† | ä½å®…ローン | çµå©šç›¸è«‡æ‰€ | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル