Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 15/05/2008

KRONIKA
Amien: Indonesia jadi bangsa kuli

JAKARTA: Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli menyusul kebijakan pemerintah untuk menjual sebagian saham BUMN yang menguntungkan kepada pemilik asing hingga masyarakat tak memiliki apa-apa lagi.

Mantan Ketua MPR Amien Rais mengatakan saat ini kebijakan pemerintah yang akan melakukan penjualan sejumlah BUMN kepada asing mengakibatkan masyarakat Indonesia akan menjadi penonton. Walaupun ada kenaikan modal, lanjutnya, tetapi kepemilikan itu akan dimiliki bukan oleh rakyat Indonesia.

"Nanti dijual, jual dan habis, saat itulah kita menjadi bangsa jongos," ujarnya dalam acara peluncuran buku karya mantan politisi PDIP, Haryanto Taslam, di Jakarta kemarin. Menurut rencana, pemerintah akan menjual sekitar 44 BUMN yang menguntungkan kepada investor strategis.

Amien menuding penjualan saham melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hanya dilakukan secara pura-pura karena diperkirakan asing yang akan masuk. Sejumlah BUMN itu a.l. PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, dan PT Waskita Karya, akan dilepas sahamnya pada tahun ini. (Bisnis/asa)

bisnis.com

Berita Lain

  • Erwin Aksa jadi Ketua Umum Hipmi
  • Polri usut telepon Artalyta
  • MA tolak kasasi PKB Gus Dur
  • Fraksi Demokrat dukung panitia angket BBM
  • Pemerintah serahkan draf ratifikasi Piagam Asean
  • David Nusa kembali ke Tanah Air
  • KRONIKA
    Soetrisno beri spirit 82 band baru
  • KRONIKA
    8 Siswa raih emas lomba matematika
  • KRONIKA
    Perpres tentang BPLS direvisi