Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 16/05/2008
'BIN jangan asal tuding soal demo BBM'
JAKARTA: Ketua DPR Agung Laksono mengingatkan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk tidak asal tuding dengan menyebutkan bahwa aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM ditunggangi politisi.
"Saya tidak tahu dari mana dasarnya, apa masih relevan tunggang- menunggang saat ini. Sebaiknya, kalau memang ada pihak yang menunggangi, disebut saja daripada menduga-duga," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Kalau BIN memang memiliki dasar dan bukti yang kuat, menurut Agung, lebih baik lembaga itu langsung saja menyebut namanya supaya tidak menimbulkan dugaan-dugaan, agar tidak terjadi saling mencurigai.
Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi juga memberikan tanggapan senada. Menurut dia, tidak semestinya Kepala BIN menyampaikan informasi intelijen ke media massa.
Tudingan itu dinilainya mengerdilkan kemurnian gerakan mahasiswa dan mengancam demokrasi di Tanah Air.
Sehari sebelumnya, Kepala BIN Syamsir Siregar mensinyalir adanya bekas menteri yang berada di balik aksi demo penolakan kenaikan harga BBM.
"Kalian sudah tahu itu. Nggak usah tanyalah. Ada yang bekas menteri dan ada yang pejabat. Mereka ini kabinet yang dulu," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Istana.
Ketika ditanya tentang rencana kenaikan harga BBM, Agung mengatakan DPR dalam posisi menunggu rancangan pemerintah.
Konsultasi
Pada kesempatan itu Agung kembali mengingatkan pemerintah untuk lebih dulu berkonsultasi dengan DPR sebelum mengambil keputusan kenaikan harga BBM.
Namun, dia menilai langkah pemerintah untuk mendahulukan persiapan bantuan langsung tunai (BLT), pemantapan untuk meningkatkan produksi minyak, penghematan konsumsi energi, sebelum memutuskan kenaikan harga BBM merupakan hal yang positif.
Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro mengingatkan pemerintah untuk segera memutuskan masalah harga BBM, naik atau tidak.
"Dalam hal ini diperlukan ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan agar ketidakpastian tidak terlalu lama," ujarnya.
Gejolak sosial yang muncul dalam bentuk demo oleh mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, pemblokiran SPBU dan jalan yang menjadi urat nadi ekonomi akan berdampak serius terhadap citra pemerintah, lanjutnya. (tri.dp@bisnis.co.id)
Oleh Tri D. Pamenan
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Kejagung didesak jelaskan SP3 Sjamsul Nursalim
- Bila McCain tawarkan kebanggaan menjadi Amerika
- Anwar Nasution dituding sakit hati
- EKSEKUTIF
Kuasai bahasa asing - KRONIKA
'Alex-Eddy unggul di Pilkada Sumsel'