Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 08/07/2008

Bom meledak di dekat KBRI Kabul

JAKARTA: Sebuah bom mobil yang merupakan aksi serangan bunuh diri meledak di depan Kedubes India di Kabul, Afghanistan, sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau 11.30 WIB, kemarin. Sedikitnya 34 korban dilaporkan tewas dan sekitar 141 lainnya mengalami luka-luka.

Kedutaan Besar RI yang berdekatan dengan Kedubes India di Kabul ikut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyatakan kegiatan diplomatik di Gedung KBRI di Kabul untuk sementara waktu akan dialihkan ke Wisma Indonesia menyusul aksi bom bunuh diri di depan Kedubes India.

"Aktivitas di KBRI tidak bisa berjalan. Semua diplomat dan pegawai sudah dievakuasi ke Wisma Indonesia di Kabul," jelasnya di Jakarta, kemarin.

Faizasyah menuturkan akibat kejadian bom itu dua diplomat Indonesia mengalami luka ringan dan bangunan KBRI mengalami rusak berat.

"Lima petugas keamanan di KBRI yang berasal dari Kepolisian Afhganistan meninggal dalam insiden itu."

Dia meminta agar pemerintah Afganistan segera menyelidiki dan menangkap otak pelaku aksi bom bunuh diri tersebut. "Kami mengutuk aksi terorisme seperti ini. Mudah-mudahan suasana segera pulih kembali."

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Najib Nikzad seperti dilansir kantor berita AP menyebutkan bom tersebut telah menewaskan 34 orang.

Keterangan itu memperbarui penjelasan juru bicara Kementerian Kesehatan Abdullah Fahim yang menyebutkan 28 orang tewas akibat serangan itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis dari Sultan Muhammad, wartawan Good Morning Afghanistan Radio, korban yang jatuh diperkirakan melebihi angka resmi yang dilansir pemerintah setempat sampai kemarin.

Dari Delhi, dilaporkan empat warga India tewas akibat serangan itu, termasuk atase militer dan seorang diplomat.

Perdana Menteri India Pranab Mukherjee mengatakan akan segera mengirim delegasi tingkat tinggi ke Kabul menyusul aksi pengeboman tersebut.

Berdekatan

Lokasi Kedubes India terletak sekitar 100 meter dari Kantor Kementerian Dalam Negeri Afghanistan. Posisi KBRI juga sangat dekat dengan Kedubes India.

Sejauh ini tidak ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan tersebut diduga dialamatkan ke Kantor Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, tetapi tidak dapat dijangkau oleh pihak penyerang. Dugaan lain, serangan dilakukan oleh ISI yang terkait dengan perseteruan antara Pakistan dan India.

Korban dari ledakan tersebut umumnya merupakan warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi ledakan atau yang sedang mengurus visa di Kedubes India. Sampai kemarin hanya empat polisi Afghanistan yang menjadi korban.

Otoritas resmi Afghanistan belum bersedia memberikan penjelasan hingga investigasi tuntas. Mereka hanya menyebutkan serangan dilakukan oleh 'musuh Afghanistan'.

Sekitar sepekan lalu, Presiden Afghanistan Hamid Karzai baru saja melontarkan kritik tajam terhadap ISI (Inter Service Intelligent) Pakistan yang dianggap melindungi milisi Taliban dan melemparkan ancaman terhadap Taliban dan jaringan Al Qaeda di Pakistan.

Bom di Islamabad

Kemarin juga dilaporkan terjadi serangan bom bunuh diri di Ibu Kota Pakistan, Islamabad. Sedikitnya 15 polisi tewas akibat pengeboman yang terjadi di depan kantor polisi dekat Melody Market.

Presiden Pervez Musharraf mengutuk keras aksi penyerangan tersebut dan menyatakan komitmen pemerintah untuk ikut memerangi aksi terorisme.

Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan peringatan setahun peristiwa penyerangan pasukan Pakistan ke Masjid Merah, Islamabad, yang menjadi tempat persembunyian para ekstremis. (15)  (tri.dp@bisnis.co.id)

Oleh Tri D. Pamenan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Anwar Ibrahim tak terbukti sodomi
  • Ganjar dan Sujud diperiksa KPK
  • Jaksa Urip Tri Gunawan divonis 20 tahun
  • KRONIKA
    'Sjachroedin menangi Pilkada Lampung'
  • KRONIKA
    Taro Aso kandidat kuat PM Jepang
  • Konvensi Republik kembali di-geber
  • Wali Kota Medan dituntut 8 tahun penjara
  • 'Tak pernah bicara tertib administrasi & keuangan'
  • KRONIKA
    SBY apresiasi peran Fukuda