Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

'Depdiknas belum mampu kelola 20% APBN'

JAKARTA: Departemen Pendidikan Nasional dinilai belum mampu mengelola anggaran pendidikan jika pemerintah akhirnya mengalokasikan seluruh 20% dari total belanja APBN ke instansi tersebut, mengacu tiadanya rencana yang jelas untuk penyerapan anggaran itu.

Olly Dondokambey, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan dalam mengelola dana 20% dari APBN tidak hanya membutuhkan sistem yang kuat dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi, juga program kerja  dan alokasi yang tepat sesuai dengan prioritas pemerintah.

"Jika belanja dalam APBN kita tahun depan lebih dari Rp1.000 triliun, maka 20%-nya berarti Rp200 triliun. Bukan main-main mengelola dana Rp200 triliun itu, kami menilai belum ada departemen yang benar-benar siap mengelola dana sebanyak itu."

Menurut Olly, kalangan pendidikan harus mencermati klausul dalam amendemen UUD 1945 yang mengatakan dana pendidikan 20% dari APBN merupakan anggaran total pendidikan. Dana tersebut bukan anggaran departemen.

 Dia mengingatkan fasilitas pendidikan yang diberikan kementerian/lembaga kepada karyawannya dalam rangka peningkatan kualitas SDM.

Seperti yang diberikan kepada Departemen Pertahanan, Depkeu, Departemen Perindustrian, Polri, TNI, dan Departemen Dalam Negeri.

"Semua bentuk pendidikan tersebut seharusnya sudah termasuk dalam 20% anggaran pendidikan," katanya.

Menurut dia, alokasi anggaran Depdiknas harus ditentukan berdasarkan program yang akan dicapai dan kinerja yang ditunjukkan, bukan berasal dari persentase besaran APBN.

ANTARA

bisnis.com

Berita Lain

  • KRONIKA
    Eksekusi Amrozi dkk ditunda
  • Pembajak Boeing tolak negosiasi
  • Mantan dubes RI di Singapura diadili
  • KRONIKA
    Anwar menang di Permatang Pauh
  • KRONIKA
    Michelle jamin patriotisme Obama
  • KRONIKA
    'Akui kemerdekaan 2 provinsi Georgia'
  • Gawat, kondisi batas Malindo
  • ICW usulkan skema kerja sosial bagi koruptor
  • Kasus Al Amin Nasution mulai disidangkan