Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
Kaban bantah terima Rp1 miliar
JAKARTA:Menteri Kehutanan M.S. Kaban menegaskan adanya rekayasa pembunuhan karakter yang menyebut-nyebut keterlibatannya menerima suap sebesar Rp1 miliar sebagaimana diungkap dalam kesaksian penyidik KPK di persidangan tindak pidana korupsi kasus suap alih fungsi hutan Pulau Bintan.
"Saya ingin clear-kan yang dikatakan Azirwan kepada penyidik KPK, apakah itu sudah diberikan dan kepada siapa uang Rp1 miliar itu diberikan," ungkap Kaban balik bertanya menanggapi kesaksian Sagita Haryadi (Penyidik KPK) yang dimintai keterangan majelis hakim Tipikor dalam perkara terdakwa Azirwan (Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Bintan), kemarin.
Dalam transkrip pembicaraan melalui telepon itu, saksi penyidik itu mengungkapkan bahwa terdakwa Azirwan menghubungi rekannya berinisial AN pada 14 November 2007.
Dalam pembicaraan itu disebutkan ada investor yang bersedia memberikan dana sebesar Rp4 miliar untuk alih fungsi hutan. "Saya usahakan dua miliar ke DPR dan satu miliar ke menteri," ungkap Azirwan sebagaimana dikutip dalam transkrip tersebut.
Selain itu, Sagita juga membeberkan terjadi lagi pembicaraan pada 30 Januari 2008, antara terdakwa Azirwan dan "Male". Dalam pembicaraan yang terakhir itu disebutkan urusan dengan Menhut sudah selesai. "Menhut sudah selesai, tinggal DPR," ungkap terdakwa Azirwan dalam rekaman transkrip tersebut.
Kaban mengaku belum pernah mengenal, apalagi berkomunikasi dengan AN ataupun Male yang disebut-sebut penyidik KPK tersebut. "Siapa pun orangnya boleh saja bertelepon dan menyebut-nyebut nama saya. Ini sebuah fitnah besar dan langkah yang sangat sistematis melakukan pembunuhan karakter," paparnya.
Dalam pernyataannya, Kaban tetap mengaku orang yang bertanggung jawab dalam proses pengalihan fungsi hutan Pulau Bintan. "Prosesnya sangat terbuka dan dibahas di depan forum DPR," katanya.
Dia mempertanyakan sikap penyidik KPK yang belum melakukan crosscheck dalam proses penyidikan, tetapi membeberkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang belum tentu kebenarannya. (15)
Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Kejagung didesak jelaskan SP3 Sjamsul Nursalim
- Bila McCain tawarkan kebanggaan menjadi Amerika
- Anwar Nasution dituding sakit hati
- EKSEKUTIF
Kuasai bahasa asing - KRONIKA
'Alex-Eddy unggul di Pilkada Sumsel'