Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 18/07/2008
'SBY harus kerja keras untuk 2009'
JAKARTA: Turunnya popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilansir dalam berbagai survei merupakan lampu kuning bagi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu. SBY dan tim suksesnya dinilai harus bekerja ekstra keras jika masih ingin memenangi Pemilu 2009.
Menurut pengamat politik Sukardi Rinakit, untuk dapat memenangi pemilu yang ke-dua kalinya, seorang incumbent (presiden yang sedang berkuasa) harus menunjukkan prestasi yang luar biasa di mata publik, tidak cukup dengan kinerja yang biasa-biasa saja.
Dia melihat turunnya popularitas SBY bukan faktor sesaat akibat kebijakan kenaikan harga BBM, tetapi trennya memang sudah menurun. Jika situasi tersebut tidak segera diperbaiki, Sukardi memperkirakan peluang SBY untuk memenangi Pemilu 2009 akan berat.
Kubu SBY sendiri melalui Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan tren penurunan popularitas SBY yang dipaparkan se-jumlah survei.
Dia meyakini popularitas SBY akan kembali menanjak pada tiga hingga empat bulan mendatang.
"Enggak ada masalah. Di mana pun di setiap negara, pemerintah membuat kebijakan yang tidak populer seperti kenaikan harga BBM tetapi harus diambil untuk selamatkan ekonomi, maka polling pasti turun," tutur Andi seusai mendampingi Presiden SBY dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2008 di Istana Negara, kemarin.
Maraknya hasil survei yang dirilis oleh lembaga riset belakangan ini, lanjutnya, harus dilihat secara menyeluruh. Gambaran yang lebih utuh, menurut Andi, tidak dapat direpresentasikan oleh hasil dari satu jajak pendapat saja.
Awal pekan ini CSIS melansir hasil survei terhadap tingkat popularitas sejumlah kandidat presiden untuk Pemilu 2009. Dalam survei itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menempati urutan teratas dengan 23,2%, sementara SBY berada pada posisi kedua dengan 14,7%. Akhir bulan lalu, hasil survei Indo Barometer juga memaparkan turunnya popularitas SBY.
Oleh Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KRONIKA
Presiden terima Sultan hari ini - KRONIKA
Jimly Asshiddiqie mengundurkan diri - KRONIKA
3 Peneliti raih Nobel Kedokteran - 60 Warga Kyrgystan tewas akibat gempa
- KPK incar dugaan korupsi di sebuah BUMN