Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Amin bantah minta teman kencan

JAKARTA: Anggota Komisi IV DPR dari FPPP Al Amin Nur Nasution membantah pemberitaan media yang menyatakan dirinya meminta kepada Sekda Bintan Azirwan untuk menyediakan wanita sebagai teman kencan.

"Apa yang jadi pembicaraan itu tidak benar, yang kalian buat beberapa hari terakhir ini. Seperti misalnya saya dikatakan meminta perempuan, itu tidak benar," katanya seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pada persidangan perkara suap alih fungsi hutan lindung di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dengan terdakwa Azirwan, terungkap adanya rekaman pembicaraan seputar 'bonus' antara Amin dan Azirwan beberapa jam sebelum melakukan pertemuan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Akibat rekaman itu, Amin dipecat dari keanggotaannya di partai berlambang Kabah tersebut. Menurut Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefuddin pemecatan dilakukan karena alasan perilaku amoral Amin serta demi menjaga citra partai.

Amin juga menyuruh para wartawan untuk meminta konfirmasi langsung kepada Azirwan perihal kebenaran pembicaraan yang menyebutkan dirinya 'meminta' wanita. "Ada nggak dia [Azirwan] kasih perempuan sama saya?"

Amin merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap alih fungsi hutan di Bintan. Amin ditangkap tim penyidik KPK pada 9 April lalu di Hotel Ritz Carlton sesaat setelah menerima uang dari Sekda Bintan Azirwan, yang juga ikut ditangkap.

Barang bukti yang disita berupa uang Rp4 juta di saku celana Amin, dan uang Rp67 juta dan $Sin33.000 di mobilnya. (15)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Status cekal 12 eksekutif pertambangan dicabut
  • KRONIKA
    YLBHI: Segera pilih Ketua MA baru
  • KRONIKA
    Ahmad Badawi mundur Maret 2009
  • KRONIKA
    Pesawat jatuh dekat Everest, 18 tewas