Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 04/09/2008
Konvensi Republik kembali di-geber
JAKARTA: Badai Gustav yang sempat mengancam penyelenggaraan Konvensi Nasional Partai Republik di Saint Paul, Minnesotta, AS, sudah mereda. Sebanyak 2.380 delegasi dan 2.227 delegasi alternatif pun kembali memusatkan konsentrasi pada acara konvensi ke-39 yang sempat kehilangan kemeriahannya itu.
Tak mau kalah dengan Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar sepekan sebelumnya, konvensi Republik juga langsung menampilkan tokoh-tokoh pentingnya di podium. Yang paling menyedot perhatian dalam sesi kemarin tentunya pidato Presiden George W. Bush dan mantan politisi dari Demokrat yang beralih ke kubu Republik, Joe Lieberman.
Kalau Barack Obama-Joe Biden dan kubu Demokrat menawarkan semangat 'Change', pasangan John McCain-Sarah Palin dan kubu Republik mengusung tema 'Country First' di konvensi tersebut.
Presiden Bush menyampaikan pidato dukungannya ke McCain melalui sambungan satelit. Dia meyakinkan audiens bahwa McCain adalah kandidat yang siap memimpin AS.
Bush menyodorkan karakteristik McCain yang tegas dan punya keberanian sebagai kekuatan utama untuk menjadi presiden.
Sementara itu, Joe Lieberman memberikan testimoni terhadap McCain dengan melontarkan isu penyatuan bagi seluruh warga AS. "Menjadi seorang Republikan atau Demokrat adalah penting. Tetapi lebih penting lagi menjadi seorang Amerika," ujarnya seperti dikutip dalam situs resmi Konvensi Nasional Republik.
Keputusan McCain yang lebih memilih concern pada badai Gustav daripada menggelar pesta demokrasi dalam pembukaan konvensi seolah sekaligus menjadi ajang kampanye bagi dirinya.
Terhadap isu Irak, Lieberman memperkuat posisi McCain yang menawarkan visi bahwa tentara AS harus pulang dengan kepala tegak. Dia meyakinkan publik bahwa McCain mempunyai kapasitas dalam memimpin tentara AS di Irak.
Kubu Republik melemparkan isu kesulitan ekonomi yang dihadapi warga AS saat ini, kehilangan pekerjaan, minimnya asuransi kesehatan, atau masalah krisis energi-isu-isu tersebut biasa dipakai kubu Demokrat sebagai serangan terhadap kubu Republik yang sedang berkuasa.
Ancaman dari luar
Yang agak berbeda, Lieberman juga melontarkan isu tentang kekhawatiran AS terhadap ancaman musuh dari luar negeri. Karena itu, AS membutuhkan McCain.
Seperti sudah banyak diduga, Republik menjual isu patriotisme kepada warga AS untuk menarik perhatian pemilih pada Pemilu 4 November mendatang.
Berbagai tokoh Republik lain juga mendapat giliran berbicara, seperti Ketua DPR dari kubu Republik John Boehner, First Lady Laura Bush, serta istri McCain, Cindy McCain.
Oleh Tri D. Pamenan
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KRONIKA
FPG: Segera relokasi warga - KRONIKA
Haram merokok dipersoalkan - KRONIKA
Obama & Bush bertemu lagi - Menag akui terima tunjangan Dana Abadi Umat
- Antony divonis 4,5 tahun, Hamka 3 tahun