Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
Ganjar dan Sujud diperiksa KPK
JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua anggota Komisi IV DPR, yaitu Ganjar Pranowo (FPDIP) dan Sujud Sirajudin (FPAN), terkait dugaan suap dalam alih fungsi hutan bakau Tanjung Api-api di Sumatra Selatan.
Pemeriksaan dilakukan untuk meminta keterangan seputar kasus dugaan suap alih fungsi hutan tersebut menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumsel dengan tersangka Yusuf Emir Faisal, mantan Ketua Komisi IV DPR dari FKB.
Ganjar Pranowo diperiksa selama 4,5 jam dari pukul 10.00-14.30 dan dihujani belasan pertanyaan oleh penyidik KPK tentang proses alih fungsi hutan lindung di Tanjung Api-api itu. Menurut dia, dirinya lebih banyak ditanyai tentang pembahasan anggaran dalam komisi tersebut.
"Saya dimintai kesaksian untuk Yusuf Emir Faisal. Tapi saya tidak termasuk dalam tim yang membahas Tanjung Api-api," ujar Ganjar seusai pemeriksaan, kemarin.
Dia juga membantah menerima uang suap dari alih fungsi hutan tersebut menjadi pelabuhan. Menurut dia, jika uang suap tersebut benar dicairkan oleh anggota Komisi IV tentunya ada buktinya dan hal ini bisa dilacak KPK.
Adapun Sujud Sirajudin baru keluar pukul 15.30 sejak diperiksa dari pukul 08.30. Namun, dia menolak berkomentar mengenai apa saja yang ditanyakan dalam pemeriksaan itu.
Pada pertengahan Juli, Yusuf Emir Faisal-suami biduanita kondang Hetty Koes Endang-ditahan KPK menyusul penetapan statusnya sebagai tersangka dalam kasus alih fungsi hutan bakau di Sumsel itu.
Kuasa hukum Yusuf Emir Faisal, Mario C. Bernardo, mengatakan kliennya sudah mengembalikan uang sebesar Rp775 juta ke KPK. "Dia sudah mengembalikan uang Rp775 juta yang dilakukan secara dua tahap," katanya.
Oleh Anugerah Perkasa
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KRONIKA
Survei: Capres Jawa-Luar Jawa tak disoal - KRONIKA
'Kembalikan anggaran renovasi DPR' - Partai Demokrat coret caleg bermasalah
- Auditor BPK dituding terima uang
- Yusril sebut Mahfud pada kasus Sisminbakum