Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
'Yudhoyono, Mega & Prabowo akan bersaing'
JAKARTA: Satu hasil survei menyebutkan tiga bakal calon presiden-Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto-akan bersaing ketat.
Survei itu, yang dilakukan oleh National Leadership Center (NLC) bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres (TNS) Indonesia pada September 2008, menyimpulkan bahwa Yudhoyono unggul atas semua calon presiden dengan meraih 34%, naik tujuh poin dibandingkan dengan posisi pada survei sebelumnya, Juli 2008.
Posisi kedua dan selanjutnya ditempati oleh Megawati yang meraih 22%, Prabowo 15%, Sri Sultan Hamengku Buwono X 4%, dan Wiranto 4%. Kecuali Prabowo yang persentasenya meningkat empat poin dari hasil survei pada Juli 2008, Megawati, Sultan, dan Wiranto menurun masing-masing enam poin, dua poin, dan satu poin.
"Posisi mereka, terutama lima besar calon presiden dalam survei ini, bisa saja berubah-ubah bergantung pada popularitas masing-masing. Prabowo, misalnya, mampu menempatkan dirinya di bawah SBY dan Megawati karena iklannya cukup efektif," kata Presdir NLC Taufik Bahaudin, kepada pers di Jakarta kemarin.
Survei itu dilakukan secara komprehensif terhadap 2.000 responden yang berusia 17 tahun ke atas di 30 provinsi yang terdiri dari tingkat pedesaan dan perkotaan.
"Polling ini merupakan yang kedua, setelah pada Juli 2008, menggunakan metode systematic random sampling dengan sampling errors sekitar 2,5% dan tingkat kepercayaan 95%," ujar Direktur TNS Indonesia Yanti Zen.
Dari lima besar calon presiden itu, menurut hasil polling tersebut, Yudhoyono tetap unggul dengan meraih 39%, naik dari 32% pada survei yang dilakukan Juli 2008. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Megawati 26% (turun lima poin dari survei Juli 2008) dan Prabowo 25% (naik dua poin dari survei Juli 2008).
Survei itu juga dilakukan untuk mengetahui calon presiden dari partai besar mana yang akan dipilih. "Jawaban para responden berturut-turut adalah PDIP 25%, Partai Demokrat 24%, Partai Gerindra 13%, Golkar 11%, PKS 5%, PKB 4%, PAN 4%, PPP 2%, dan Hanura 2%," kata Yanti.
Padahal, menurut dia, hasil survei pada Juli adalah PDIP 28%, Partai Demokrat 13%, Partai Gerindra 5%, Golkar 14%, PKS 6%, PKB 7%, PAN 4%, PPP 3%, dan Hanura 2%," kata Yanti.
Oleh Cyrillus I. Kerong
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KRONIKA
FPG: Segera relokasi warga - KRONIKA
Haram merokok dipersoalkan - KRONIKA
Obama & Bush bertemu lagi - Menag akui terima tunjangan Dana Abadi Umat
- Antony divonis 4,5 tahun, Hamka 3 tahun