Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Umum
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/12/2008
Bandar udara Suvarnabhumi dibuka
Rakyat menunggu titah Raja Bhumibol
BANGKOK: Rakyat Thailand mengandalkan peran Raja Bhumibol Adulyadej untuk mengubah situasi politik dan ekonomi negara itu yang porak-poranda diterjang gelombang aksi unjuk rasa.
Untuk itu, pidato ulang tahun konstitusi Kerajaan yang jatuh Jumat (hari ini) sangat dinantikan oleh penduduk Negeri Gajah tersebut.
"Dia [Raja Thailand] dijadwalkan memberikan pidato tradisi pada malam menjelang hari ulang tahun. Warga Thailand berharap pidato itu dapat membantu mengakhiri kekacauan politik dan ekonomi negara ini," ujar Charnvit Kasetsiri, sejarawan dan mantan rektor Thammasat University kemarin.
Media setempat membuat berbagai spekulasi terkait dengan pemilihan perdana menteri yang baru setelah keluarnya perintah pembubaran atas 3 partai besar dari koalisi yang berkuasa oleh Pengadilan Konstitusi. Pengadilan melarang Somchai terlibat dalam politik selama 5 tahun.
Partai-partai kemarin mengadakan pertemuan untuk membentuk partai baru, di mana mereka diberikan waktu selama 30 hari untuk memunculkan kandidat baru sebelum pertemuan dewan parlemen.
Pada Rabu lalu, tiga partai berkuasa yang dibubarkan pengadilan mengusung Wakil Perdana Menteri Chaowarat Chandeerakul sebagai pejabat sementara perdana menteri.
Pihak Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) yang melakukan demonstransi antipemerintah selama 192 hari dan melumpuhkan bandar udara memperingatkan akan adanya demonstrasi berikutnya, jika mengajukan sosok perdana menteri baru yang dekat dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Thaksin, dikeluarkan dari militer pada 2006 dengan tuduhan korupsi dan usaha melemahkan konstitusi kerajaan. Para demonstran mengatakan bahwa pemerintahan yang terakhir juga berada di bawah kendali Thaksin.
Meskipun telah diasingkan, Thaksin tetap dikenal dikalangan kaum miskin dan pemerintah yang baru diyakini akan melibatkan beberapa rekanannya yang akan menyebarkan ancaman ketidakstabilan pada masa yang akan datang.
"Ini hanyalah semacam intermezo dan belum akan berakhir hingga kedua belah pihak politik yang terlibat dapat berdamai dan prospek itu terjadi sangat kecil," ujar Charnvit.
Bandara dibersihkan
Petugas bandar udara kemarin memulihkan jalur penghubung internasional yang sebelumnya lumpuh. Status Kondisi Darurat di bandar udara yang dicabut Rabu lalu, telah menelantarkan lebih dari 300.000 penumpang sementara sejumlah lainnya juga berusaha untuk memasuki kawasan Thailand dari negara-negara lain.
"Bandar udara internasional Suvarnabhumi akan dibuka untuk pelayanan penuh termasuk proses check-in dan imigrasi pada Jumat pukul 11:00 pagi," kata pimpinan bandar udara Serirat Prasutanont,
Sekarang otoritas terletak pada pihak bandar udara untuk melakukan operasi dari Suvarnabhumi. Para petugas berwenang Thailand bergerak cepat untuk mengembalikan fungsi bandar udara guna menyambut ulang tahun konsitusi kerajaan besok.
Meskipun begitu untuk saat ini kondisi telah dapat dikendalikan dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang menurunkan Somchai Selasa lalu dan para demonstran segera meninggalkan kawasan bandar udara keesokan harinya.
Serirat menyebutkan sudah banyak maskapai penerbangan yang mengajukan izin untuk terbang keluar melalui bandar udara Suvarnabhumi seperti Thai Airways, Bangkok Airways, Singapore Airlines, China Airlines dan Japan Airlines.
Jumlah permintaan mencakup 101 penumpang dan penerbangan kargo di mana 65 adalah inbound dan 36 outbound. Umumnya, bandar udara mengoperasikan 600 hingga 700 penerbangan per hari.
Menurut Serirat, International Civil Aviation Organization, International Air Transport Association dan kedutaan asing akan mengunjungi bandar udara itu hari ini untuk memeriksa keamanan dan keselamatan. (t02/if)
AP/JBBI
bisnis.com
Berita Lain
- KRONIKA
FPG: Segera relokasi warga - KRONIKA
Haram merokok dipersoalkan - KRONIKA
Obama & Bush bertemu lagi - Menag akui terima tunjangan Dana Abadi Umat
- Antony divonis 4,5 tahun, Hamka 3 tahun