Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Valas & Komoditas
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 25/02/2008
'Ringgit paling mampu bertahan dari tekanan'
JAKARTA: Ringgit Malaysia diperkirakan menjadi valuta yang paling mampu bertahan terhadap tekanan dolar AS dibandingkan dengan mata uang lainnya di Asia Pasifik.
Melambatnya pertumbuhan ekonomi AS akibat kasus pasar kredit di negara itu, tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit. Sebaliknya mata uang peso Filipina dan dolar Singapura justru menjadi valuta yang paling mendapat tekanan.
Mengacu kepada kondisi itu, Morgan Stanley merekomendasikan agar investor membeli ringgit terhadap dolar AS. Kondisi ini tidak terlepas dari aksi Pemerintah Malaysia yang sudah melakukan diversifikasi ekspor komoditas dan manufaktur ke negara lainnya selain AS.
Stephen Jen, Global Head of Currency Research Morgan Stanley, seperti dikutip Bloomberg, merekomendasikan investor agar membeli ringgit pada level 3,2205 per dolar AS dengan target penguatan mencapai 2,8, posisi tertinggi sejak Agustus 2007.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, kurs ringgit telah menguat ke posisi 3,216 per dolar AS, level terkuat tertinggi sejak November 1997.
Bank Negara Malaysia melaporkan nilai tukar ringgit sudah menguat 2,8% pada awal tahun ini. Pemerintah juga melaporkan ekspor negara itu pada tahun lalu telah tumbuh 2,7%.
Dari total ekspor itu, pengiriman produk negara itu mencapai 63% ke pasar Asia atau naik 6,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2006. Sementara itu, ekspor produksi Malaysia ke AS turun 14,5%.
Dampak negatif
Dari beberapa negara di Asia Pasifik, mata uang Filipina dan Singapura menjadi valuta yang paling tertekan perlambatan ekonomi AS.
Menurut Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom mengatakan, ekspor Filipina ke AS telah anjlok 70% yakni mencapai US$14 miliar. Penurunan volume ekspor itu, menurutnya, menekan nilai tukar peso Filipina.
Nilai tukar peso Filipina akhir pekan lalu ditutup pada posisi 40,58 per dolar AS daripada level sehari sebelumnya 40,63. Nilai tukar dolar Singapura menguat menjadi 1,4061 per dolar AS bila dibandingkan dengan sehari sebelumnya 1,4102.
Secara umum, lanjut Miranda, kondisi tekanan perekonomian AS itu juga menimpa beberapa negara lainnya di Asia. Volume ekspor negara di kawasan ini menuju negara-negara maju akan turun sepanjang 2008.
Namun, dirinya optimistis perekonomian Indonesia masih dapat terselamatkan meski ekspor ke AS turun. Indonesia, lanjutnya, sudah memiliki negara tujuan ekspor baru.
Miranda mencatat ekspor Indonesia ke China telah naik dari 3,6% pada 2006 menjadi 7,1% pada 2007 dipicu meningkatnya ekspor komoditas non-migas. Ekspor nonmigas ke India juga menunjukkan peningkatan yang juga signifikan.
Pertumbuhan ekonomi China masih besar dan diperkirakan mencapai 9% pada 2008, meski angka ini lebih kecil dari perkiraan semula 11%.
"China menjadi penarik, ekspor kita kesana semakin besar, sehingga perekonomian kita masih dapat tertolong, meski dampak krisis ekonomi AS sedikit dirasakan," tutur Miranda beberapa waktu lalu.
Miranda menambahkan mata uang rupiah sudah mulai menguat dalam beberapa minggu terakhir dan berada pada kisaran Rp9.100-Rp9.200 per dolar AS.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, kurs rupiah melemah 20 poin menjadi Rp9.185 per dolar AS, dibandingkan dengan kurs dalam dua pekan. Mata uang ini telah menguat 65 poin dibandingkan dengan kurs 8 Februari sebesar Rp9.250 per dolar AS.(Adhitya Noviardi)(berliana.elisabeth@bisnis.co.id)
Oleh Berliana Elisabeth S.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- FLUKTUASI
Prospek harga alumunium tertahan stok yang tinggi - FLUKTUASI
Pemulihan ekonomi 'di depan mata' - Isu ekonomi topang mata uang Asia
Kenaikan harga minyak tekan nilai tukar dolar AS - FLUKTUASI
Depresiasi US$ angkat platina - FLUKTUASI
Karet siap tembus harga tertinggi