SINGAPURA (Bloomberg): Harga minyak mentah pagi ini mendekati level terendah dua pekan seiring persediaan bensin di AS meningkat dipicu berkurangnya konsumsi.
Untuk kontrak pengiriman Juli, harga minyak mentah turun US$0,28 menjadi US$69,27 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange pada pukul 8:34 a.m waktu Singapura. Harga Juli berakhir hari ini, dan pada penutupan 19 Juni diperdagangkan pada level US$69,55, level terendah sejak 8 Juni.
Credit Suisse Group AG menaikkan proyeksi harga untuk minyak jenis Brent dan menambah target untuk harga saham perusahaan minyak termasuk Rosneft Oil Co. dan KazMunaiGas Exploration Production.
Minyak Brent diperkirakan berada pada level US$54,73 per barel sepanjang 2009, atau 14% lebih tinggi daripada proyeksi sebelumnya, menurut Analis Creddit Suisse Mark Henderson di London dalam hasil risetnya yang dirilis pada akhir pekan.
Credit Suisse memproyeksikan harga saham Rosneft untuk 12 bulan menjadi US$7,30 dari US$7,20 dan target harga KazMunaiGas EP menjadi US$23,21 dari US$21,30. Namun harga saham untuk Mol Nyrt. dan PKN Orlen SA di[angkas karena diperkirakan margin dari refineri berkurang.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »