Minyak turun tipis ke US$68,40 per barel

Kamis, 25/06/2009 08:34:23 WIBOleh: Elsya Refianti
MELBOURNE (Bloomberg): Minyak mentah bergerak tipis setelah tertekan kemarin ketika laporan pemerintah menunjukkan pasok bahan bakar AS naik melebihi perkiraan karena kilang meningkatkan level operasinya.

Cadangan bensin naik 3,87 juta barel menjadi 208,9 juta barel pekan lalu, kata Departemen Energi AS. Cadangan diperkirakan akan naik 1 juta barel, ungkap survei Bloomberg News. Sejumlah kilang beroperasi di level tertinggi tahun ini dan permintaan bahan bakar turun 5,5%, penurunan terdalam sejak Januari.

Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 27 sen atau 0,4% menjadi US$68,40 per barel di New York Mercantile Exchange pada pkl. 10:34 di Sydney. Kemarin, harga kontrak komoditas itu turun 57 sen atau 0,8% di level penutupan US$68,67.

Pasok bahan bakar distilasi, satu kategori yang mencakup heating oil dan solar, naik 2,08 juta barel menjadi 152,1 juta barel, tertinggi sejak Januari 1999, atau melebihi prediksi tengah 15 analis sebelumnya yang menduga kenaikan 850.000 barel.

Cadangan solar terangkat 2,18 juta barel menjadi 111,6 juta barel, tertinggi sejak sedikitnya 1993.

Penguatan mata uang AS juga membebani harga minyak. Dolar AS berada di posisi US$1,3928 terhadap euro pada pkl. 6:02 di Tokyo menyusul kenaikan 1,1% kemarin. Penguatan dolar AS menekan kinerja komoditas sebagai investasi alternatif.

Sejumlah kilang beroperasi di tingkat kapasitas 87,1% pada pekan yang berakhir 19 Juni, atau naik 1,2% poin dari pekan sebelumnya dan yang tertinggi sejak pekan yang berakhir 5 Desember, kata laporan Departemen Energi AS.

Konsumsi bahan bakar minyak tergelincir 1,05 juta barel per hari menjadi 17,9 juta barel pekan lalu, ungkap laporan itu. Permintaan bensin turun 225.000 barel per hari, atau 2,4%, menjadi 9,13 juta barel.

Cadangan minyak mentah turun 3,87 juta barel menjadi 353,9 juta barel, terendah sejak Maret, kata laporan itu. Cadangan, yang telah turun dalam enam dari tujuh pekan terakhir, mengalami kenaikan 17% dibandingkan setahun lalu.

Bensin untuk pengiriman Juli turun 5,07 sen atau 2,7% mengakhiri sesi di level US$1,8425 per galon di New York. Itu meruipakan penutupan terendah sejak 22 Mei.

Minyak mentah brent untuk penutupan Agustus tertekan 26 sen, atau 0,4%, menjadi US$68,07 per barel di London’s ICE Futures Europe pada pkl. 10:35 di Sydney. Kemarin, kontrak komoditas itu turun 0,7% menjadi US$68,33.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika