• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Minyak bergerak tak jauh dari US$70 per barel

Jumat, 26/06/2009 07:47:46 WIBOleh: M. Yunan Hilmi
MELBOURNE (Bloomberg): Minyak masih bergerak tidak jauh dari level US$70 per barel setelah sempat melonjak kemarin akibat serangan kelompok militan atas jaringan pipa milik Royal Dutch Shell Plc di terminal ekspor Nigeria yang merupakan produsen terbesar di Afrika.

Kelompok yang menamakan dirinya Movement for the Emancipation of the Niger Delta atau MEND mengakui menyerang jaringan pipa pemasok di terminal Bonny milik Shell. Kenaikan harga minyak seiring dengan naiknya bursa AS terbesar dalam 3 pekan serta dolar AS melemah atas euro.

"Pelaku pasar kembali mengontrol pasar. Serangan militan Nigeria itu memicu pergerakan bursa," kata Tom Bentz, senior analis energi BNP Paribas Commodity Futures Inc di New York.

Minyak untuk pengiriman Agustus naik US$0,01 menjadi US$70,24 per barel pada New York Mercantile Exchange pada pukul 9:09 a.m. di Sydney. Kemarin, kontrak ini naik US$1,56 atau 2,3% ditutup pada US$70,23 per barel.

Bensin untuk pengiriman Juli juga naik 0,3% menjadi US$1,9040 per galon pada 8:06 a.m. di New York. Kemarin, harga sempat naik sampai 3% yang berakhir pada US$1,8983 per galon.

Standard & Poor’s 500 Index naik 2,1% menjadi 920,26 dan Dow Jones Industrial Average naik 2,1% menjadi 8.472,40 dipicu oleh sikap wait and see penjelasan Gubernur Federal Reserve Ben S. Bernanke di depan House Oversight Committee.

Minyak brent untuk penyelesaian Agustus naik US$1,45 atau 2,1%.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika