SINGAPURA(Bloomberg): Harga tembaga di Shanghai mencatat reli untuk hari keempat dipicu optimisme ekonomi global akan segera pulih yang bakal mendorong permintaan komoditas itu.
Organisasi kerja sama ekonomi dan pembangunan (OECD) pekan ini menaikkan prediksi ekonomi 30 anggotanya untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir seiring membaiknya kondisi di AS. Ekonomi di negara itu turun lebih kecil dari perkiraan pada kuartal I. Order barang tahan lama tanpa diduga naik bulan lalu.
"Segala sesuatunya tampak meningkat. Namun masih ada sedikit keraguan memasuki musim panas saat cadangan mulai meningkat," ujar Cai Luoyi, analis pada China International Futures (Shanghai) Co.
Harga tembaga untuk pengiriman September di Shanghai Futures Exchange, kontrak teraktif, naik di atas 40.000 yuan (US$5.853) per ton untuk pertama kali sejak 15 Juni. Harga naik 1,9% menjadi 40.040 yuan per ton dan diperdagangkan 39.850 yuan pukul 10.17 waktu Singapura, naik 2,4% pekan ini.
Harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 1,2% menjadi US$5.068 per ton sebelum diperdagangkan pada level US$5.078 per ton. Kontrak naik 1% minggu ini. Harga tembaga untuk pengiriman September di New York sedikit berubah pada US$2,3140 per pound.
Cadangan tembaga di gudang di Shanghai meningkat pekan lalu ke level tertinggi dalam 22 bulan setelah empat bulan mencatat rekor impor. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »