NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah bergerak tipis mendekati level US$69 per barel setelah melemah kemarin karena satu laporan pemerintah AS menunjukkan pasok bahan bakar di negara konsumen energi terbesar di dunia itu naik melebihi perkiraan.
Cadangan bensin bertambah 2,33 juta barel menjadi 211,2 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni, ungkap Departemen Energi AS. Cadangan diperkirakan akan naik 2 juta barel, ungkap hasil survei Bloomberg News.
Minyak mentah untuk pengiriman Agustus naik 19 sen menjadi US$69,50 per barel di New York Mercantile Exchange pada 9:14 di Sydney. Kemarin, kontrak itu tertekan 58 sen atau 0,8% di level penutupan US$69,31. Harga telah naik 25% sejak awal tahun ini.
Minyak mentah di New York terangkat 41% pada kuartal lalu, kenaikan terbesar sejak 1990. Harga mengalami reli karena rebound pada pasar ekuitas dunia dan melemahnya dolar AS mendorong investor untuk membeli komoditas sebagai investasi alternatif dan lindung nilai terhadap inflasi.
Dolar AS berada di level US$1,4149 terhadap euro pada pukul 6:22 di Tokyo memyusul penurunan 0,8%.
Total perrmintaan bahan bakar harian dalam 4 pekan yang berakhir 26 Juni turun 5,8% dari posisi setahun sebelumnya, kata Departemen Energi kemarin. Konsumsi bensin rata-rata mencapai 9,17 juta barel per hari, naik 0,9%. Permmintaan bahan bakar distilasi selama periode itu turun 9,4% menjadi 3,4 juta barel per hari.
Cadangan bahan bakar distilasi, satu kategori yang mencakup solar dan heating oil, bertambah 2,9 juta barel menjadi 155 juta barel, kenaikan tertinggi sejak 1987. Pasok bahan bakar distilasi diprediksikan akan naik 1,5 juta barel, ungkap perkiraan tengah 15 analis dalam survei Bloomberg News.
Bensin pengiriman Agustus naik 0,33 sen menjadi US$1,8623 per galon pada pukul 8:46 di Sydney. Kemarin, harga bensin turun 4,3 sen atau 2,3% mengakhiri sesi pada level US$1,859 di New York.
Pasok minyak mentah turun 3,66 juta barel menjadi 350,2 juta barel, ungkap laporan itu. Cadangan minyak telah turun 15,8 juta barel dalam 4 pekan, penurunan terbesar 4 pekan dalam satu tahun. Cadangan minyak pada pekan lalu 8% lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun pada periode itu, kata departemen itu.
Organization of Petroleum Exporting Countries meningkatkan produksinya di bulan ketiga pada Juni, ungkap satu survei Bloomberg News kemarin. Produksi minyak rata-rata 28,23 juta barel per hari pada bulan lalu, naik 55.000 dari Mei, ungkap hasil survei terhadap perusahaan minyak, produsen dan analis. Ke-11 anggota OPEC yang diberi kuota, kecuali Irak, memompa 25,86 juta barel minyak per hari, 1,015 juta barel di atas target mereka.
Minyak mentah brent untuk pengiriman Agustus tertekan 51 sen atau 0,7% yang mengakhiri sesi kemarin di level US$68,79 per barel di bursa London’s ICE Futures Europe.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »