Harga CPO berpotensi turun ke bawah 2.000
Senin, 13/07/2009 14:56:48 WIBOleh: Berliana Elisabeth S.
KUALA LUMPUR (Bloomberg): Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) berpotensi turun di bawah 2.000 ringgit (US4558) per ton dipicu kenaikan produksi yang lebih cepat dibandingkan permintaan.
Maybank Investment Bank Bhd dan OSK Research Sdn dalam laporannya menyatakan harga CPO akan berkisar pada level 1.800 ringgit per ton pada semester II 2009. Harga CPO pada semester I masih bertengger di level 2.192 ringgit.
Analis Maybank Ong Chee Ting mengatakan pelaku pasar saat ini mengkhawatirkan kenaikan produksi dan prospek ekspor pada semester II 2009. Dia memberi rekomendasi 'underweight' untuk industri CPO.
"Kami mengantisipasi pertumbuhan ekspor China dan India yang kemungkinan melambat pada semester II karena persediaan kedua negara itu mencukupi untuk beberapa bulan ke depan," tutur Ting.
CPO, yang biasanya digunakan untuk minyak goreng, harganya sudah terkoreksi 18% sebulan terakhir menjadi US$2.030 ringgit per ton di Malaysia Derivatives Exchange hari ini. Penurunan harga ini seiring peningkatan persediaan di Malaysia, produsen terbesar kedua, dan kompetitornya minyak kedelai juga terpangkas 12% menjadi 33,5 sen per pon di Chicago Board of Trade.
Harga CPO juga tertekan kedelai yang mulai mengalami musim panen di AS, kata Alvin Tai, analis OSK Research.
Tai menambahkan dampak dari El-Nino dinilai kurang memengaruhi produksi CPO. Fenomena El-Nino yang menyelimuti wilayah Samudera Pasific yang dilalui garis khatulistiwa, terjadi setiap 4-7 bulan per tahun. Wilayah tersebut meliputi Asia termasuk Malaysia dan Indonesia, dua produsen CPO terbesar dunia.
Persediaan CPO Malaysia menanjak menjadi 1,41 juta ton pada Juni, atau naik 2,5% dari posisi Mei. Produksi meningkat 3,6%, menurut data Palm Oil Board Malaysia pada 10 Juli.