Harga minyak naik terangkat emas

Rabu, 04/11/2009 09:11:18 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bloomberg): Harga minyak mentah mengalami rebound dari penurunan dua pekan ketika harga emas melonjak mencapai rekor baru di New York setelah Bank Sentral India membeli 200 metrik ton dari International Monetary Fund.

Minyak meningkat 1,9% setelah India meningkatkan koleksi emas sehingga meningkatkan penampilan komoditas itu. Harga minyak mentah juga meningkat setelah menyentuh tingkat US$76,55 per barrel.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman Desember, naik US$1,47 menjadi ditutup pada US$79,60 dolar per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Desember naik US$1,56 menjadi US$78,11.

"Minyak turun pada pagi ini dan tiba-tiba emas seperti roket, dan kemudian diikuti minyak juga," kata Ellis Eckland, seorang analis independen.

Harga emas melambung ke rekor tertinggi baru pada Selasa, menembus US$1.080 per ounce, sehari setelah Dana Moneter Internasional mengumumkan menjual 200 ton emas kepada India sebesar US$6,7 miliar.

"Emas dan minyak telah bergerak ke arah yang sama baru-baru ini," kata Adam Sieminski di Deutsche Bank.

Harga minyak naik lebih dari US$1 per barel pada Senin, didukung oleh lebih lemahnya dolar dan dan data positif ekonomi AS dan China yang memicu harapan permintaan kuat di dua pengguna energi terbesar tersebut.

Sementara itu, Irak menandatangani kesepakatan dengan Inggris pada Selasa, raksasa energi BP dan CNPC China untuk hampir tiga kali lipat produksi minyak di raksasa ladang minyak selatan. Hal itu juga mempengaruhi kenaikan harga minyak.

"Kedua perusahaan akan menginvestasikan US$50 miliar dalam proyek," kata Menteri Perminyakan Irak Hussein al-Shahristani kepada wartawan. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika