Minyak naik dekati level US$80 per barel

Jumat, 06/11/2009 09:32:02 WIBOleh: M. Yunan Hilmi
MELBOURNE (Bloomberg): Minyak mentah diperdagangkan mendekati US$80 per barel di New York didorong optimisme permintaan bahan bakar bakal naik di tengah prospek pemulihan ekonomi AS.

Minyak rebound dari penurunan 4,4% pekan lalu setelah cadangan minyak mentah di luar dugaan turun di AS. Kontrak berjangka juga naik setelah dolar AS diperdagangkan mendekati posisi terendah dalam 1 pekan terhadap euro.

"Jika Anda melihat tren dalam 8 bulan terakhir, kami yakin kita dalam tahapan pemulihan. Sejumlah pihak memprediksikan harga bergerak US$85 sampai US$90 akhir tahun, saya kira tidak akan jauh dari angka itu," kata Toby Hassall, analis riset CWA Global Markets Pty di Sydney.

Minyak mentah untuk pengiriman Desember berada pada US$79,94 per barel, naik US$0,32, pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange atau pukul 9:29 a.m. di Singapura. Kemarin, kontrak ini turun US$0,78 berakhir pada US$79,62. Selama sepekan kontrak naik 3,8% dan naik 79% tahun ini.

Standard & Poor’s 500 Index bertambah 1,9% di New York kemarin. Dow Jones Industrial Average juga melonjak 2,1% dan ditutup di atas level 10.000 untuk pertama kali sejak 20 Oktober. S&P/ASX 200 Index Australia naik 1,4% pada pukul 11:43 a.m. di Sydney.

Dolar AS diperdagangkan pada US$1,4868 per euro pada pukul 9:09 a.m. di Tokyo, menguat dari US$1,4871 kemarin. Melemahnya dolar AS menaikkan daya tarik komoditas sebagai alternatif investasi.

Minyak brent untuk penyelesaian Desember naik 0,7% menjadi US$78,51 per barel.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika