NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah merosot setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran melonjak ke level tertinggi dalam 26 tahun terakhir.
Harga minyak anjlok 2,8% setelah keluar laporan yang menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 10,2% akibat bertambahnya 190.000 orang yang kehilangan pekerjaan. Total permintan minyak AS dalam empat minggu yang berakhir 30 Oktober turun 4,5% dari setahun sebelumnya, ungkap Departemen Energi.
“Laporan tingkat pengangguran memicu kekhawatiran resesi semakin parah. Kondisi ini akan menghambat konsumsi komoditas seperti minyaj,” ujar Michael Lynch, presiden pada Strategic Energy & Economic Research di Winchester, Massachusetts.
Harga minyak mentah untuk pengiriman Desember turun US$2,19 jadi US$77,43 per barel di New York Mercantile Exchange, terendah sejak.30 Oktober. Harga minyak naik 74% tahun ini.
Harga bensin untuk pengiriman Desember ditutup turun US$6,34 sen (3,2%) menjadi US$1,9243 per galon di New York. Ini merupakan harga penutupan terendah sejak 14 Oktober. Heating oil untuk pengiriman Desember melemah US$5,41 sen (2,6%) menjadi US$2,0035 per galon. (tw)