Harga minyak dekati US$80 per barel

Kamis, 19/11/2009 08:27:03 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bloomberg): Minyak diperdagangkan mendekati US$80 per barel di New York setelah kemarin naik karena pemerintah melaporkan bahwa pasok bahan bakar dan minyak mentah turun dengan baik produksi maupun impor.

Harga minyak naik 0,6% kemarin dan menyentuh US$80,33 setelah Departemen Energi AS mengatakan bahwa persediaan minyak turun 887.000 barel menjadi 336,8 juta pekan lalu. Cadangan minyak diproyeksikan meningkat dengan 300.000 barel, menurut para analis yang disurvei oleh Bloomberg News.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada posisi US$79,62 per barrel, naik 4 sen di papan transaksi elektronik di New York Mercantile
Exchange pada 11:27 a.m. waktu Sydney. Kemarin, kontrak minyak naik 44 sen menjadi sekitar US$79,58. Kontrak minyak telah naik 78% pada tahun ini.

Harga minyak juga menurun karena pengaruh nilai tukar dolar AS yang melemah terhadap euro. Nilai tukar itu diperdagangkan pada tingkat US$1,4952 per euro pada pukul 11:21 a.m. di Sydney, dari US$1,4963 kemarin.

Impor minyak mentah AS turun 0,9% menjadi 8,58 juta barel per hari, Departemen Energi mengungkapkan dalam laporannya.
Cadagan bensin turun 1,76 juta barel menjadi 209,1 miliar pada akhir pekan 13 November. (ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika