Minyak lampaui US$77 terangkat aksi pemberontak

Selasa, 01/12/2009 09:18:30 WIBOleh: Elsya Refianti
NEW YORK (Bloomberg): Minyak mentah diperdagangkan di atas level US$77 per barel setelah menguat karena pemberontak Somalia membajak satu kapal tanker pengangkut minyak mentah dan satu laporan menunjukkan aktivitas bisnis menguat pada bulan kedua di AS.

Minyak mendaki 1,6% kemarin setelah pemberontak Somalia membajak satu kapal tanker yang mengangkut minyak mentah dari Arab Saudi ke AS. Institute for Supply Management-Chicago Inc mengatakan barometer bisnisnya naik menjadi 56,1, level tertinggi sejak Agustus 2008. Angka di atas 50 mengindikasikan menguatnya ekonomi.

Minyak mentah untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada posisi US$77,30 per barel, naik 2 sen, di perdagangan elektronik after hours pada New York Mercantile Exchange pukul 10:10 a.m. di Sydney. Kemarin harga kontrak naik US$1,23 ke level penutupan US$77,28. Kontrak telah menguat 74% tahun ini.

Minyak juga menguat setelah pemerintah Inggris mengatakan angkatan laut Iran menangkap yacht Inggris dan menyandera krunya.

Iran mengumumkan ekspansi program nuklirnya yang berarti menentang permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), satu langkah yang dikatakan pemerintahan Obama akan mengisolasi lebih lanjut negara itu dari masyarakat internasional.

Kabinet Presiden Mahmoud Ahmadinejad memerintahkan Atomic Energy Organization Iran untuk mulai membangun 10 lokasi pengayaan uranium dalam 2 bulan, kata Islamic Republic News Agency pada 29 November.

Dolar AS diperdagangkan pada posisi US$1,5012 per euro pada pukul 10:02 a.m. di Sydney, setelah menurun 0,1% kemarin. Melemahnya dolar AS mengangkat kinerja komoditas sebagai investasi alternatif.

Cadangan minyak mentah kemungkinan turun 850.000 barel pada pekan lalu karena level operasi sejumlah kilang dan impor tertekan, ungkap hasil Bloomberg News terhadap analis menjelang keluarnya laporan Departemen Energi yang dijadwalkan akan dirilis pukul 10:30 a.m. di Washington besok.

Minyak mentah brent untuk pengiriman Januari naik US$1,29 atau 1,7% mengakhiri sesi di US$78,47 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London, kemarin.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika