MELBOURNE (Bloomberg): Minyak turun di bawah US$76 per barel menyusul laporan kontraksi industri jasa di AS selama November mengisyaratkan pemintaan makin berkurang.
Minyak turun sebesar 1,4% kemarin setelah laporan indeks bisnis non-manufaktur dari Institute for Supply Management dan Departemen Buruh yang diperkirakan melansir data pengangguran selama November bakal naik.
"Indeks ISM non-manufaktur melemah dari yang diproyeksi dan meningkatkan kekhawatiran investor menjelang laporan mengenai pengangguran. Pembuat kebijakan mengindikasikan pemulihan sangat tidak seimbang, dan saya perkirakan tingginya tingkat pengangguran berlanjut," kata Toby Hassall, analis CWA Global Markets Pty di Sydney.
Minyak mentah untuk pengiriman Januari turun sebesar US$0,83 atau 1,1% menjadi US$75,63 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange. Posisi di Sydney pada pukul 11.11 a.m. US$75,82. Kontrak ini turun US$0,14 menjadi US$76,46 kemarin.
Departemen Buruh dijadwalkan melaporkan kondisi ketenagakerjaan di AS yang diprediksi turun 125.000 pekerja non-pertanian. "Melemahnya dolar AS menjadi eleman pendukung bagi minyak," kata Hassall.
Minyak brent untuk penyelesaian Januari naik US$0,48 atau 0,6% menjadi US$78,36 per barel di ICE Futures Europe London kemarin.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »