NEW YORK (Bloomberg): Harga minyak mentah turun ke titik terendah dalam tujuh minggu seiring apresiasi dolar AS yang dipicu penurunan tingkat pengangguran di AS.
Harga minyak sebelumnya sempat naik 1,9% setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan tingkat pengangguran tanpa diduga turun menjadi 10% pada November. Menteri Perminyakan Arab Saudi mengatakan harga sekarang normal.
“Laporan tenaga kerja akan mendorong permintaan [minyak]. Biasanya penguatan ekonomi akan mendorong harga minyak. Penguatan nilai tukar dolar AS mendorrong penjualan komoditas,” ujar Rick Mueller, direktur pasar minyak pada Energy Security Analysis Inc di Wakefield, Massachusetts.
Harga minyak mentah untuk pengiriman Jnuari turun US$0,99 (1,3%) jadi US$75,47 per barel di New York Mercantile Exchange, harga penutupan terendah sejak 14 Oktober. Harga melemah 0,8% pekan ini dan naik 69% tahun ini.
Pemulihan bursa tenaga kerja mengisyaratkan resesi terburuk AS sejak 1930 mungkin telah berakhir, namun terlalu cepat untuk mengatakan itu, kata Robert Hall, kepala National Bureau of Economic Research pada Business Cycle Dating Committee. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »