SINGAPURA (Bloomberg): Harga kontrak minyak sawit di Malaysia melemah untuk hari kedua setelah penurunan harga minyak mentah ke titik terendah dalam dua bulan terakhir menekan permintaan komoditas perkebunan itu untuk dijadikan biofuel.
Harga perdagangan berjangka minyak sawit untuk pengiriman Februari menurun 1,5% menjadi 2.489 ringgit per ton (US$733), terendah hampir dalam seminggu terakhir di Malaysia Derivatives Exchange di Kuala Lumpur.
Kontrak teraktif diperdagangkan pada level 2.498 ringgit per ton pada pukul 11:57 waktu Singapura. Harga komoditas itu melemah 2,5% pada pekan ini.
"Saya kira saat ini minyak mentah dan minyak kedelai mempengaruhi minyak sawit," ujar Ben Santoso, analis pada DBS Vickers Securities (Singapore) Pte.
Harga minyak mentah turun 2,7% kemarin ke titik terendah dalam dua bulan setelah laporan pemerintah menunjukkan cadangan minyak meningkat di AS, konsumen energi terbesar. Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari sedikit berubah pada level US$70,75 per barel di New York Mercantile Exchange.
"Penurunan harga hari ini juga karena aksi ambil untung, namun tren menguat masih berpeluang sekurangnya sampai kuartal pertama tahun depan," ujar Santoso.
Harga minyak sawit mencapai level tertinggi dalam enam bulan menjadi 2.606 ringgit per ton pada 7 Desember. Harga anjlok ke titik terendah dalam enam minggu kemarin dipicu spekulasi cadangan di Malaysia diprediksi meningkat pada November. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »