SINGAPURA (Bloomberg): Tembaga memimpin penurunan harga logam di Asia seiring dengan penguatan nilai tukar dolar AS yang menjadikan permintaan atas bahan baku sebagai alternatif investasi menjadi berkurang.
Logam yang digunakan untuk konstruksi dan otomobil ini mencatat penurunan harga untuk hari keenam yang mengarah pada penurunan terpanjang dalam setahun. Investor mengalihkan perhatian pada cadangan global di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi global akan tersendat.
"Masih banyak ketidakpastian di seputar ekonomi global dan apa yang terjadi di Dubai memberikan peringatan kepada investor. Penguatan harga dolar saat ini juga menekan harga," ujar analis Wang Zhouyi dari China International Futures (Shanghai) Co.
Harga tembaga dalam tiga bulan di London Metal Exchange turun 1,9% menjadi US$6.810 per ton sebelum diperdagangkan US$6.836 pada pukul 14:41 waktu Singapura. Harga logam ini melemah selama enam hari, terpanjang sejak penurunan selama seminggu dalam periode yang berakhir 5 Desember 2008.
Harga tembaga untuk pengiriman Maret di Shanghai Futures Exchange turun 2,1% menjadi 53.480 yuan (US$7.833) per ton sebelum diperdagangkan melemah 1,5% pada 53.800 yuan. Harga tembaga untuk pengiriman Maret turun 0,2% menjadi US$3,1165 per pound di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »