Minyak bisa capai titik terendah US$70 per barel

Jumat, 11/12/2009 07:10:04 WIBOleh: M. Yunan Hilmi

SINGAPURA (Bloomberg): Minyak mentah, yang terus tertekan dalam 6 hari terakhir, bisa mencapai titik terendah sekitar US$70 per barel disebabkan oleh melemahnya dolar AS.

Menurut Gordon Manning, analis National Australia Bank Ltd, harga belum mencapai support dan kemungkinan masih bisa rebound.

Minyak diperdagangkan pada kisaran US$71 per barel di New York hari ini setelah mengalami periode penurunan terpanjang sejak Juli seiring dengan depresiasi dolar AS atas euro.

Dia menjelaskan pergerakan valuta asing akan mendorong harga minyak sampai dengan akhir 2009.

Minyak mentah menyentuh level terendah dalam sembilan pekan pada US$70,13 per barel kemarin setelah laporan Departemen Energi yang memperlihatkan cadangan bensin di AS naik tertinggi sejak pertengahan April.

Kontrak untuk pengiriman Januari berada pada US$70,77 per barel di electronic trading di New York Mercantile Exchange, naik US$0,10, atau pukul 3:42 p.m. waktu Singapura.

Kontrak berjangka turun 8% dalam sepekan seiring dengan rebound dolar AS. Mata uang AS berada pada US$1,4714 per euro pada pukul 2:36 p.m. di Singapura.(yn)

Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika