Minyak kontrak Januari naik ke US$69,91 per barel

Selasa, 15/12/2009 09:44:12 WIBOleh: Elsya Refianti
MELBOURNE (Bloomberg): Minyak bangkit dari sebagian penurunannya pada koreksi harga terlama dalam 8 tahun karena investor melihat penurunan ke level di bawah US$70 per barel sebagai peluang beli.

Minyak mentah naik untuk pertama kali setelah melemah selama 10 hari di tengah penurunan produksi industri di Eropa dan kenaikan terkecil tahun ini dalam kepercayaan konsumen di Jepang, negara konsumen minyak terbesar ketiga di dunia.

Minyak mentah untuk pengiriman Januari mengalami gain US$0,40 atau 0,6% menjadi US$69,91 dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Minyak berada di US$69,77 pada pukul 12:42 p.m. di Sydney. Kemarin, kontrak minyak tertekan US$0,36 menjadi US$69,51, posisi penutupan terendah sejak 29 September.

Produksi industri Eropa turun pertama kali dalam 6 bulan pada Oktober, dimotori oleh keterpurukan produk konsumer. Penyerapan tenaga kerja Eropa turun pada triwulan ketiga. Indeks kepercayaan bisnis Tankan di Jepang menunjukkan sejumlah perusahaan besar berencana menambah pemangkasan belanja guna melindungi pendapatan terhadap ancaman yen, yang melompat ke level tertinggi 14 bulan terhadap dolar AS pada November.

Harga melemah karena pemulihan yang lambat pada permintaan di negara maju, kata laporan Goldman Sachs Group Inc yang diterbitkan kemarin. Minyak telah tersandung 11% sejak 1 Desember dalam penurunan terlama sejak Juli 2001.

Cadangan minyak AS berpeluang turun 2 juta barel pada pekan lalu dari 336,1 juta barel pada pekan yang berakhir 4 Desember, ungkap estimasi menengah 10 analis yang disurvei Bloomberg News, yang semuanya memprediksikan penurunan. Pasok 4,8% lebih tinggi dibandingkan setahun lalu.

Minyak mentah brent untuk Januari diperdagangkan pada posisi US$72,04 per barel, atau naik US$0,15 di ICE Futures Europe yang berbasis di London pada pukukl 12 p.m. waktu Sydney. Kemarin, harga kontrak brent naik US$0,01 ke level US$71,89 per barel.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika