SEMARANG (bisnis.com): Transaksi emas menjelang Natal dan pergantian tahun masih belum menunjukkan peningkatan berarti dibandingkan dengan menjelang Lebaran yang cenderung melonjak.
Berdasarkan pantauan Bisnis, kondisi itu terlihat dari masih sepinya aktivitas transaksi di sejumlah toko emas, baik di kawasan Kranggan maupun di kawasan Pasar Johar Semarang.
Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Semarang Bambang Yuwono mengatakan sepinya transaksi itu lebih dikarenakan kecenderungan terjadinya pengalihan tren masyarakat ke kebutuhan lain, terutama telekomunikasi seperti telepon seluler.
Menurut dia, hal itu menyusul maraknya perkembangan telepon selular yang terus mengalami inovasi berbagai produk dan seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
"Realitanya, permintaan terhadap emas selalu tersaingi dengan produk ponsel yang juga menjadi tren gaya hidup, sehingga investasi emas relatif terabaikan, sedangkan momen Natal dan pergantian tahun juga belum mampu mendongkrak permintaan konsumen," ujarnya hari ini.
Bambang menuturkan harga emas saat ini cenderung mengalami penurunan, tetapi tidak signifikan, dengan selalu terjadi fluktuasi dan harganya yang relatif bertahan tinggi.
Data Apepi Semarang mencatat harga emas 99% saat ini sebesar Rp338.000/gr, dari sebelumnya (pekan lalu) yang sempat mencapai Rp364.000/gr.
Untuk emas 75%, harganya kini Rp310.000/gr dari sebelumnya sebesar Rp325.000/gr. Emas 42% sekarang harganya Rp175.000/gr dari minggu lalu sebesar Rp185.000/gr, sedangkan emas putih merek PLG atau emas putih 40% harganya masih stabil yakni Rp160.000/gr. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »